TribunBali/

Berita Banyuwangi

Tim Penilai Kompetisi Pemanfaatan Geospasial Apresiasi Inovasi Banyuwangi

Mereka datang melakukan verifikasi lapangan sebagai tindak lanjut masuknya Banyuwangi sebagai enam besar kompetisi inovasi pemanfaatan geospasial. 

Tim Penilai Kompetisi Pemanfaatan Geospasial Apresiasi Inovasi Banyuwangi
Surya
Tim penilai kompetisi inovasi Pemanfaatan Geospasial dari Badan Informasi Geospasial (BIG) Nasional meninjau Banyuwangi. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Tim penilai kompetisi inovasi Pemanfaatan Geospasial dari Badan Informasi Geospasial (BIG) Nasional melakukan tinjau lapang ke Banyuwangi.

Menurut BIG, Banyuwangi dinilai sangat inovatif dalam memanfaatkan GIS.

Mereka datang melakukan verifikasi lapangan sebagai tindak lanjut masuknya Banyuwangi sebagai enam besar kompetisi inovasi pemanfaatan geospasial. 

“Dua hari ini kami melakukan penilaian langsung aplikasi-aplikasi pemanfaatan geospasial yang dibuat Banyuwangi. Kami ingin melihat implementasinya seperti apa di lapangan. Apakah sudah sesuai dengan yang dipaparkan atau tidak,” ujar Ketua tim juri Heri Sutanta, Rabu (27/9/2017).

Sebelumnya, tim juri telah melakukan dua tahapan awal penilaian, yaitu penilaian dokumen dan presentasi terkait inovasi pemanfaatan informasi geospasial (IG) untuk mendukung program-program pemerintah daerah. Dari hasil penilaian tersebut, tim juri memutuskan Banyuwangi sebagai salah satu dari enam finalis terbaik dalam kompetisi dimaksud.

“Kami sangat mengapresiasi Banyuwangi karena mampu melakukan lompatan besar dalam pemanfaatan IG. Kami nilai, Banyuwangi telah berhasil menelurkan inovasi menarik untuk percepatan pelaksanaan program-program daerahnya,” kata Heri.

Pada tahun Banyuwangi mengusung empat programnya untuk dikompetisikan. Mulai program UGD Kemiskinan, e-monitoring system, bidang pendidikan, hingga program  MODUIT (mobile, terpadu, dan berbasis IT) dari Puskesmas Sobo. 

Dalam penilaian ini, tim juri langsung terjun ke lapangan melihat dari dekat aplikasi Unit Gawat Darurat (UGD)

Kemiskinan melalui androit. Juri yang terdiri dari 5 orang tersebut langsung mensurvey rumah penduduk miskin.

Mereka mencari alamatnya melalui peta digital untuk membuktikan akurasi data dan koordinat seperti yang dipaparkan oleh Pemkab Banyuwangi.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help