TribunBali/
Home »

Bali

Wakil Rektor Undiksha Rasakan Manfaat BPJS Kesehatan

Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang wakil rektor, beliau menyempatkan diri bercerita tentang manfaat BPJS Kesehatan

Wakil Rektor Undiksha Rasakan Manfaat BPJS Kesehatan
Istimewa
Drs. I Wayan Suarnajaya, M.A., Ph.D 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Bapak Drs. I Wayan Suarnajaya, M.A., Ph.D adalah seorang Wakil Rektor 4 Bidang Perencanaan dan Kerjasama di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.

Beliau adalah warga Klungkung yang menetap di kota Singaraja. Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang wakil rektor, beliau menyempatkan diri untuk ditemui di ruang kerjanya.

Saat ditemui, beliau bercerita banyak tentang pengalamannya menggunakan fasilitas dari BPJS Kesehatan.

“Saya sudah berkali-kali menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, dari sejak tahun 2009 saat masih PT. Askes (Persero) hingga saat ini saya masih rutin kontrol dan mendapatkan obat dari BPJS Kesehatan,” ucap Suarnajaya.

“Pada tahun 2009, saya mengalami gangguan kesehatan, saya mengalami pilek yang tidak kunjung sembuh dan mengeluarkan darah dari hidung. Saat itu saya langsung periksakan diri ke dokter, dokter mengatakan bahwa itu hanya pilek biasa dan diberi obat. Obat pun telah habis saya konsumsi namun pilek saya tidak kunjung sembuh, saya kembali memeriksakan diri ke dokter dan atas saran dokter saya dirujuk ke RSUD Buleleng untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, akhirnya saya kembali dirujuk ke RSUP Sanglah dan dilakukan biopsi disana, dari hasil biopsi saya didiagnosa terkena tumor nasofaring, kata dokter terdapat benjolan kecil di tempat yang sulit untuk diangkat dan akhirnya dokter memutuskan untuk mengambil tindakan kemoterapi. Tindakan kemoterapi dilakukan 2 (dua) periode dengan biaya saat itu kurang lebih 60 juta rupiah dan juga dilakukan 35 kali radiologi. Saat itu kurang lebih biaya yang dihabiskan sekitar 80 juta rupiah, jumlah pastinya saya tidak ingat.  Semua biaya tersebut ditanggung oleh PT. Askes (Persero) yang kini menjadi BPJS Kesehatan,” terangnya.

Pada tahun 2014 beliau kembali mengalami gangguan pada kesehatannya.

“Di tahun 2014 saya kembali mengalami gangguan pada kesehatan saya, saya merasakan dada kiri saya sangat sakit seperti ditusuk hingga berbaringpun saya tidak bisa. Akhirnya pihak keluarga langsung membawa saya ke RST Tingkat IV Singaraja Singaraja untuk dilakukan pemeriksaan. Diagnosa dokter saat itu, saya mengalami gangguan pada jantung yang harus rutin mengkonsumsi obat jantung setiap hari. Obat yang rutin saya konsumsi semua dijamin oleh BPJS Kesehatan. Di tahun 2015 saya kembali merasakan sakit yang teramat sangat pada jantung kiri saya, saya langsung dilarikan ke RSU Paramasidhi dan dilakukan serangkaian pemeriksaan, akhirnya dokter merujuk saya ke RSUP Sanglah untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan. Sesampainya di RSUP Sanglah, saya langsung ditangani dan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Sesuai dengan hasil pemeriksaan, pada akhirnya harus dilakukan pemasangan ring pada jantung saya. Pemasangan ring pertama dilakukan pada awal tahun 2016 dan selanjutnya dilakukan pemasangan ring kedua. Pada saat pemasangan ring ketiga, terjadi kegagalan pemasangan ring sehingga dokter mengambil alternatif lain dengan mengkonsumsi obat.  Saya mendapatkan pelayanan sangat baik dengan menggunakan fasilitas dari program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Hingga saat ini saya masih rutin mengkonsumsi obat jantung setiap hari dengan dijamin olen BPJS Kesehatan,” ungkap Suarnajaya.

“Dari beberapa sakit yang saya alami sejak tahun 2009 hingga kini, jika diperkirakan biaya yang telah saya habiskan dari pelayanan kesehatan yang saya peroleh, bisa mencapai ratusan juta rupiah namun semua biaya tersebut dijamin dan ditanggung sepenuhnya oleh program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Tidak ada biaya sedikitpun yang saya keluarkan karena saat itu saya tidak naik kelas, saya tetap pada hak kelas rawat saya yaitu kelas satu,” tandasnya. 

Beliau sangat bersemangat menceritakan pengalaman beliau menggunakan fasilitas dari BPJS Kesehatan saat ditemui di ruang kerjanya.

“Sedikit cerita dari saya, saat saya opname di RSUP Sanglah, ada pasien di sebelah saya yang mengalami sakit jantung seperti saya dan harus dilakukan pemasangan ring, karena tidak memiliki jaminan kesehatan dan biaya pemasangan ring sangat mahal, akhirnya ditunda pemasangan ringnya dan disarankan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemasangan ring agar ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Saya sangat tercengang saat itu, ada ya jaminan kesehatan yang menerima peserta dengan kondisi sudah sakit dan dapat dijamin tanpa harus dilakukan general medical check up terlebih dahulu,” terang beliau sambil menggelengkan kepalanya.

Beliau bangga menjadi peserta JKN-KIS, dari berbagai pengalaman yang diceritakan tersebut, beliau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah yang telah mencanangkan program JKN-KIS, pihak BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program ini dan fasilitas kesehatan yang telah melayani dengan baik pula.

“Saya berterima kasih kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program ini karena telah memberikan pelayanan dengan baik saat saya menjalani serangkaian pelayanan kesehatan di di fasilitas kesehatan. Manfaat dari BPJS Kesehatan telah saya rasakan. Saya mengimbau kepada masyarakat Indonesia harus menyisihkan uang untuk iuran BPJS Kesehatan karena program ini membantu saat sakit, sakit tidak pernah bisa kita prediksi kapan datangnya karena manusia tidak lepas dari penyakit. Menurut saya ini adalah investasi bidang kesehatan. Disinilah letak gotong royong dari program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, Peserta JKN-KIS yang sehat akan menjadi pahlawan bagi peserta lain yang sakit  dan bagi peserta yang memiliki penyakit dengan pengobatan secara rutin seperti saya, karena iuran peserta yang sehat digunakan untuk membiayai peserta yang sakit,” ujar Suarnajaya.(ADV)

Editor: Aloisius H Manggol
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help