TribunBali/

Tip Sehat untuk Anda

Bayi Tiba-tiba Mati Dalam Kandungan, Ternyata Ini Penyebabnya

Namun, bayi hanya memiliki kesempatan bertahan hidup di luar rahim ibunya setelah mencapai 27 minggu masa kehamilan.

Bayi Tiba-tiba Mati Dalam Kandungan, Ternyata Ini Penyebabnya
Kompas.com
Ilustrasi(Shutterstock) 

TRIBUN-BALI.COM - Inilah salah satu hal paling buruk dalam kehamilan - bayi tumbuh di dalam rahim ibunya tiba-tiba meninggal seringkali tanpa bisa dijelaskan.

Di Australia misalnya, sekitar satu dari 100 kehamilan berakhir dengan kematian janin.

Namun Professor Roger Smith AM, seorang peneliti dari Hunter Medical Research Institute (HMRI) telah membuat terobosan besar dalam memahami misteri bayi lahir mati atau stillbirth. Dia bersama timnya kini mengembangkan tes yang bisa memperingatkan ahli kandungan bila kondisi bayi dalam bahaya besar.

"Hal ini jelas proyek paling menarik yang pernah saya ikuti selama ini mengingat potensinya dalam mempengaruhi kehidupan masyarakat di seluruh dunia," kata Prof. Smith.

Dia timnya telah menemukan bahwa banyak kejadian bayi lahir mati dipicu oleh kondisi plasenta yang memburuk.

"Dengan melihat ke semua orang yang Anda kenal di sekeliling kita, akan terlihat bahwa mereka menua pada tingkat yang berbeda," katanya.

"Hal itu hampir sama dengan plasenta. Beberapa plasenta menua lebih cepat dibandingkan yang lainnya," jelas Prof. Smith.

Pemantauan plasenta

Plasenta merupakan organ vital yang menghubungkan bayi yang sedang tumbuh dengan ibunya melalui tali pusar.

Prof. Smith percaya bahwa ada plasenta yang mulai menua beberapa minggu sebelum waktu melahirkan, perlahan-lahan membuat janin kekurangan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkannya untuk bertahan hidup.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help