TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

Berbeda Dengan Gunung Lainnya, PVMBG Keluhkan Catatan instrumen Gunung Agung Yang Minim  

Dibandingkan gunungapi lainnya seperti Gunung Merapi dan Kelud dikatakan Kasbani, catatan instrumen Gunung Agung sangat minim.

Berbeda Dengan Gunung Lainnya, PVMBG Keluhkan Catatan instrumen Gunung Agung Yang Minim   
Tribun Bali/Rizal Fanany
Warga menyaksikan Gunung Agung dari Pantai Sanur, Rabu (27/9/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Kasbani menyatakan, kedepannya akan melakukan pengembangan terkait sistim pemantauan Gunung Agung.

Dikembangkannya sistem pemantauan, kata Kasbani karena minimnya catatan instrumen gunung terbesar di Bali ini.

"Gunung Agung ini, kami tidak punya catatan instrumennya, berbeda dari gunung api lainnya. Makanya Kami tidak mau ambil resiko jika terjadi letusan yang bisa menimbulkan banyak korban. Catatan dasar kami hanya berpatokan pada letusan tahun 1963," jelasnya, Sabtu (30/9/2017) di Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali.

Dibandingkan gunungapi lainnya seperti Gunung Merapi dan Kelud dikatakan Kasbani, catatan instrumen Gunung Agung sangat minim.

"Kalau Gunung Merapi hampir 4 tahun sekali erupsi. Jadi catatannya banyak, dan kita bisa tahu ciri-ciri terjadinya erupsi. Pengendaliannya mudah karena membentuk kubah di atas, juga referensinya banyak. Sedangkan Gunung Agung minim. Tapi kita punya data-data kegempaan," ujarnya.

Tidak hanya Gunung Agung yang minim catatan data instrumen, sejumlah gunungapi di Indonesia juga minim data.

Gunungapi yang minim data dikatakan Kasbani lebih banyak ada di Indonesia Timur.

"Kedepan kami akan kembangkan sistim pemantauan lebih bagus untuk Gunung Agung. Meskipun mau meletus atau tidak tetap kami kembangkan," tegas pria lulusan S II Teknik Geologi Universitas di New Zealand ini.

Dengan adanya pengembangan untuk Gunung Agung, dijelaskan Kasbani, sistem pemantauan akan lebih lengkap, minimal seperti sistem pemantauan Gunung Sinabung.

"Sistem pemantauan gunung Agung minim sih tidak, tapi perlu dikembangkan. Karena Bali ini kan kawasan pariwisata, apapun perlu diinformasikan," terangnya.

Sistem pemantauan apa saja yang perlu dikembangkan, Kasbani merinci akan mengembangkan untuk seismik.

Walaupun catatan data seismik untuk Gunung Agung masih bagus.

"Kita kembangkan lagi untuk seismik. Catatan seismiknya bagus di sini. Data-data kegempaan bagus. Kami juga dapat data dari Gunung Batur, ini kan sudah sangat membantu. Ada yang lain dikembangkan, seperti Tilt meter dan geokimia seperti gas kita akan kembangkan," paparnya.

Idealnya untuk pemantauan Gunungapi ada berapa seismik.

"Setidaknya ada tiga atau empat. Selain itu deformasi kita kembangkan di beberapa sudut. Juga seismograf. Untuk sistem pemantauan gunung sudah bagus tinggal dikembangkan lagi. Dalam waktu dekat ini kita juga akan melakukan pengukuran terkait gas di Gunung Agung," ungkapnya. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help