TribunBali/

Berita Banyuwangi

Kuasai Etape Tiga, Amir Kolahdouzhagh Tempel Ketat Pemimpin Klasemen

Saat balapan tersisa 2 kilometer, Amir melakukan attack. Dia diikuti rekan setimnya, Reza Hosseini, yang mendukungnya dari belakang.

Kuasai Etape Tiga, Amir Kolahdouzhagh Tempel Ketat Pemimpin Klasemen
Istimewa

Selangkah Lagi Davide Rebellin Juara

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI — Etape tiga yang kerap menjadi etape penentuan pemenang International Tour de Banyuwangi Ijen (ITDBI) berlangsung seru dan menegangkan. Pemimpin klasemen general classification Davide Rebellin (Kuwait Cartucho) hampir saja dikudeta pembalap Iran Amir Kolahdouzhagh yang menguasai etape tiga, Jumat, 30 September.

Saat balapan tersisa 2 kilometer, Amir melakukan attack. Dia diikuti rekan setimnya, Reza Hosseini, yang mendukungnya dari belakang. Reza memang terus mengawal Amir sejak pembalap 24 tahun itu meninggalkan rombongan besar untuk menyerang. 

Sementara itu, pemegang yellow jersey Davide Rebellin terus berada rombongan besar. Meski lima pembalap melakukan brekaway hingga menciptakan gap 5 menit, Rebellin tak merespons. Baru saat balapan mencapai tanjakan utama menuju Paltuding, Ijen, dia sendirian mengejar lawan-lawannya. Terutama saat Amir attack.

“Saya tetap menjaga agar selisih saya dengan pembalap terdepan tak lebih dari 1 menit. Jika tidak, bisa membahayakan posisi saya,” kata mantan pembalap Pro Tour di tim Liquigas (sekarang Cannondale) tersebut. 

Setelah etape dua, Rebellin memang unggul 1 menit 39 detik dengan rival terdekatnya. Keunggulan tersebut bisa dengan mudah dipangkas jika balapan melintasi tanjakan seperti di Gunung Ijen. Karena itu, Rebellin tak mau terlalu longgar membiarkan para pesaing sendirian di depan. 

Prediksi pemenang etape Giro d’Italia 1996 itu tepat. Selisih waktu antara Amir dan Rebellin hanya 59 detik. Berkat kalkulasi yang akurat, Rebellin masih memimpin klasemen sementara general classification meski waktunya banyak terpangkas. Dia memimpin dengan selisih 46 detik dari Amir yang harus puas berada di posisi kedua klasemen sementara. 

Dengan keunggulan tersebut, Rebellin tinggal selangkah lagi menjadi juara ITDBI 2017. Meski keunggulannya cukup tipis, hanya 46 detik. Namun, jika timnya bisa mengendalikan balapan di etape empat, Sabtu, 30 September, pembalap Italia 46 tahun itu tak akan akan bablas jadi juara. 

“Saya sebenarnya cocok dengan tanjakan curam, tapi yang pendek. Tidak seperti di Ijen yang begitu panjang. Karena itu, etape satu sangat cocok buat saya. Di etape tiga ini, memang berat. Saya benar-benar fokus pada diri saya sendiri. Saya jaga ritme saya dengan baik,” katanya.

Di etape keempat, Rebellin dan timnya akan berusaha mengendalikan balapan. Dia akan berusaha agar balapan ditentukan melalui adu sprint di akhir balapan. Tujuannya, tak ada perubahan waktu yang signifikan di papan klasemen. Apalagi, etape pemungkas tersebut bakal melintasi rute flat. 

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help