TribunBali/

Bali United

Ternyata Bukan Bek Bhayangkara FC yang Kuat, Tapi Ini yang Buat Bali United Kalah

Kekalahan atas BFC membuat Bali United gagal menyalipnya di puncak klasemen Liga 1. Selisih poin keduanya justru melebar menjadi empat poin.

Ternyata Bukan Bek Bhayangkara FC yang Kuat, Tapi Ini yang Buat Bali United Kalah
tribunbali/marianus seran

TRIBUN-BALI.COM, BEKASI - Kapten Bali United, Fadil Sausu mengakui kehebatan Bhayangkara FC (BFC) yang mampu menaklukkan Bali United dengan skor 3-2 pada pekan ke-27 Liga 1 di Stadion Patriot, Bekasi, Jumat (30/9/2017).

Sempat tertinggal satu gol di menit ke-7 lewat gol Sergio Paulo, Serdadu Tridatu kemudian mampu menyamakan kedudukan melalui penalti Sylvano Dominique Comvalius di menit 27.

Hasil imbang membuat pertandingan semakin menarik. Kedua tim sama-sama saling serang dan menciptakan peluang emas. Namun, tiang gawang kedua tim seakan hadir menjadi tameng.

Baik Bali United maupun BFC, sama-sama digagalkan tiang gawang saat para penyerang mereka melepas tembakan.

Bali United mendapat angin segar saat skema serangan dari sayap kanan. Stefano Lilipaly yang melebar ke kanan mampu memberi crossing terarah pada Comvalius. Tanpa ragu predator Bali United itu menceploskan bola ke dalam gawang BFC.

Unggul 1-2 membuat Bali United semakin menekan. Mereka tampak ingin puas mengalahkan BFC dengan menambah gol. Namun jeda babak kedua, BFC benar-benar mengevaluasi laga babak pertama.

Mereka mempelajari ada kepanikan di barisan pertahanan Bali United. Ahn Byung Keon yang sering lepas dalam mengawal lawan. Lalu Made Andhika yang masih muda, diacak-acak emosinya sehingga terpancing melakukan kesalahan di kotak penalti 66.

Sergio Paulo yang menjadi algojo BFC menjalankan tugasnya secara baik. Meski arah bola terbaca kiper Bali United, Wawan Hendrawan namun bola deras tetap masuk ke pojok gawang.

Lagi, barisan pertahanan terlihat keteteran. Serangan Ilhamudin dari sayap sukses melepas crossing, Andhika yang ada di depan Spaso salah melakukan sapuan. Bola yang disapu malah masuk ke dalam gawang sendiri.

Babak kedua, permainan Bali United menjadi berantakan dan para pemain BFC bisa leluasa menguasai lini tengah. Hal itu terjadi setelah BFC mencetak gol penyeimbang kedudukan melalui penalti Paulo Sergio.

Fadil Sausu melihat organisasi pertahanan Bali United sangat kacau di babak kedua. Saat tim terus menyerang untuk menambah gol, tidak diimbangi dengan solidnya pertahanan.

"Kami ucapkan selamat buat Bhayangkara. Saya akui babak kedua hilang fokus karena terlalu ingin menyerang menambah gol. Organisasi pertahanan jadi kacau. Jadi kehilangan organisasi, konsentrasi, dan fokus," ujar Fadil usai pertandingan.

Kekalahan atas BFC membuat Bali United gagal menyalipnya di puncak klasemen Liga 1. Selisih poin keduanya justru melebar menjadi empat poin. (*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help