TribunBali/

Berita Banyuwangi

Rayakan Hari Batik Nasional PNS Banyuwangi Kenakan Batik Khas Banyuwangi

Sejak lima tahun lalu, Banyuwangi memiliki even Banyuwangi Batik Festival (BBF). Sebuah event yang mempromosikan batik Banyuwangi agar dikenal

Rayakan Hari Batik Nasional PNS Banyuwangi Kenakan Batik Khas Banyuwangi
Istimewa
Bupati Anas saat berbincang PNS Banyuwangi yang mengenakan pakaian batik 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Bertepatan Hari Batik Nasional 2 Oktober, seluruh Pegawai Negeri Surabaya (PNS) Pemkab Banyuwangi mengenakan pakaian batik.

Pemkab telah menginstruksikan kepada semua jajarannya mengenakan batik pada hari batik tersebut.

Bila biasanya tiap Senin pegawai pemkab mengenakan seragam cokelat (keki), namun khusus, Senin (2/11/2017), mereka mengenakan batik.

Tak terkecuali Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga mengenakan pakaian batik khas Banyuwangi saat apel pagi di halaman pemkab.

Para PNS tersebut memakai beragam batik dengan motif khas Banyuwangi. Mulai gajah oling, kangkung setingkes, kopi pecah, paras gempal dan lainnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengatakan menyambut Hari Batik Nasional pihaknya memang menginstruksikan untuk mengenakan pakaian batik bagi PNS.

"Ini sebagai kebanggaan kita terhadap batik yang merupakan warisan budaya Indonesia. Bagi kami batik juga menjadi identitas budaya, dengan memakai batik kami harap tumbuh kebanggaan kita terhadap tradisi luhung bangsa kita,” kata Anas.

Sebagai upaya mendorong dan melestarikan batik khususnya di daerah, Pemkab Banyuwangi telah mewajibkan kepada birokrasinya untuk memakai batik dua kali dalam seminggu.

Bentuk kepedulian lainnya, kata Anas, Banyuwangi konsisten menggelar even-event batik. Sejak lima tahun lalu, Banyuwangi memiliki even Banyuwangi Batik Festival (BBF). Sebuah event yang mempromosikan batik Banyuwangi agar dikenal masyarakat luas.

"BBF bukan sekedar even peragaan busana, namun ini upaya kami untuk mempertemukan perajin batik lokal dengan desainer nasional. Sehingga kreasi perajin batik kami lebih menarik," jelas Anas.

Saat ini, lanjut Anas, UKM batik di Banyuwanhi terus meningkat. Pada tahun 2012 baru ada 9 perajin batik, kini berkembang menjadi 24 perajin. Motif batik pun terus berkembang,dari yang klasik 24 kini berkembang menjadi 44 motif.

"ini menunjukkan perkembangan batik, baik dari sisi perajin maupun pemakai mengalami peningkatan. Even batik yang digelar pemkab memberilan dampak ekonomi yang terukur,. Untuk melesyarikan tradisi membatik ini, bahkan riap tahin kami gelar lomba mencanting untuk kategori SD dan remaja" terang Anas. (haorrahman)

Editor: ady sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help