TribunBali/

Bali United

Sylvano Blak-blakan Kenapa Memilih Berlabuh di Bali United, Ternyata Sosok Ini Penyebabnya!

Bermain di Indonesia dan memilih Bali sebagai pelabuhan terasa sangat tepat buat pemain berusia 30 tahun itu.

Sylvano Blak-blakan Kenapa Memilih Berlabuh di Bali United, Ternyata Sosok Ini Penyebabnya!
Tribun Bali/Rizal Fanany
Empat pemain Belanda (dari kiri), Stefano Lilipaly, Nick van der Velden, Sylvano Comvalius, dan Irfan Bachdim, merayakan gol dengan tangan menyilang saat Bali United membantai Mitra Kukar 6-1 di Stadion Dipta, Gianyar, Minggu (27/8/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyerang asing Bali United, Sylvano Comvalius, jadi bintang baru sepak bola kompetisi tanah air dengan banyaknya gol yang dia cetak di Liga 1 musim ini.

Dari 27 pertandingan, Comvalius mampu mencetak 28 gol yang membuat dirinya menjadi top scorer sementara Liga 1 dengan meninggalkan jauh para pesaingnya.

Pesaing terdekat pemain asal Belanda itu adalah Marcel Santos dari Mitra Kukar dengan catatan 18 golnya.

 
Bermain di Indonesia dan memilih Bali sebagai pelabuhan terasa sangat tepat buat pemain berusia 30 tahun itu.

Selama hampir 10 tahun berkelana di luar Belanda, Comvalius hanya pernah merasakan juara dan menjadi top scorer di Liga Malta bersama klub Birkirkara pada tahun 2010.

Comvalius menceritakan kisah kariernya, hingga akhirnya berlabuh ke Bali United.

"Saya bertemu dengan agen (Gabriel Budi) tujuh tahun lalu, ceritanya lucu. Seseorang memperkenalkan ke saya dan dia mulai mengikuti karier saya. Kemudian dia menetap di Belanda bersama saya. Dia selalu berusaha mencarikan saya klub di Asia dan Indonesia. Namun pada saat itu saya merasa belum tepat waktunya datang ke Indonesia," papar Comvalius.

Diakuinya, Gabriel Budi sudah sering mengajaknya bermain di Asia, namun Comvalius belum siap untuk meninggalkan Eropa.

"Musim panas tahun lalu dia menawarkan saya ke Hongkong untuk gabung ke klub South China, namun saya memilih ke Ukraina dan menetap di Eropa. Satu tahun kemudian saya tetap di Eropa. Saya berpikir saat itu bahwa ini adalah keputusan yang bagus untuk datang ke Asia," katanya.

Alasannya memilih Bali juga tak lepas dari sosok eks pelatih asal Austria Hans-Peter Schaller, yang sempat menangani tim pada awal musim.

"Rencana ke Bali karena waktu itu dilatih Hans-Peter Schaller yang punya latar belakang Jerman. Saya juga main lama di Jerman. Saya tahu pelatih dengan latar belakang seperti itu bisa bekerja dengan baik. Dia meyakinkan saya untuk datang ke Bali. Saya juga sempat bicara sama Irfan Bachdim. Dia menceritakan banyak hal bagus tentang Bali. Bali adalah salah satu tempat terbaik. Mereka membangun klub ini step-by-step, dan itulah mengapa saya memilih bali," jelas eks pemain Dynamo Dresden asal Jerman itu. (*)

Editor: ady sucipto
Sumber: SuperBall.id
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help