TribunBali/

Bali United

Perkembangan Bali United Kian Pesat, Coach Indra Minta Jangan Lupakan 'Pembinaan' Pemain Muda

Pelatih asal Padang ini menyinggung Serdadu Tridatu yang perhatiannya mulai berkurang pada pemberian kesempatan pemain muda.

Perkembangan Bali United Kian Pesat, Coach Indra Minta Jangan Lupakan 'Pembinaan' Pemain Muda
Antara
Pelatih Timnas U-19 Indonesia Indra Sjafri saat mengawasi pemain mengikuti latihan perdana di Lapangan Legenda Football Arena, kawasan Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/9). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Mantan pelatih Bali United Indra Sjafri yang sekarang menjadi pelatih Timnas Indonesia U-19 memberikan penilaia terhadap skuat Bali United.

Pelatih asal Padang ini menyinggung Serdadu Tridatu yang perhatiannya mulai berkurang pada pemberian kesempatan  pemain muda.

“Secara teknis Bali United berkembang pesat, tapi saya berharap ke depan, kesempatan kepada pemain muda tetap diberikan,” kata Indra Sjafri kepada Tribun Bali beberapa waktu lalu di Bekasi, Jawa Barat.

Menurut pelatih yang membawa Timnas U-19 juara Piala AFF tahun 2013 ini, hampir semua pelatih paham, pemain itu hanya 11 yang bermain, dan 11 pemain ini memang benar pemain yang bisa dikontrak setahun, agar benar-benar ada jaminan dia bisa tampil all out dalam satu tahun (termasuk pemain asing).

“Kemudian ditambah lima pemain, mereka yang akan dirotasi. Selebihnya dari itu, untuk mendukung bisnis klub dari sisi teknis, ya kita ambil pemain-pemain muda, dalam waktu sekian tahun mereka ikut kolaborasi dengan tim, melihat dan berbagi pengalaman dengan 16 pemain yang tadi, Nantinya kualitas mereka meningkat semula kita beli Rp 10, bisa kita jual Rp 60,” jelas Indra Sjafri terkait konsep mendukung industri sepak bola di Indonesia.

Menurut pelatih asal Padang ini, pelatih juga harus bisa membangun tim, tapi jangan melupakan sisi industri tim dan sepak bola Indonesia.

“Di beberapa tim, saya lihat, menghambur-hamburkan duit untuk mendatangkan banyak pemain bintang yang mahal-mahal. Lebih dari 16 pemain harganya hampir sama besar.

Di mana kita dapat nilai tambah dari sisi bisnis teknis pemain?” tanya Indra Sjafri.

Dia menambahkan, hal seperti ini harus ditata ulang. Sebelum terlanjur nanti tim nafsu untuk juara meledak-ledakan, tapi sisi (pembinaan) dilupakan.

“Ini saja harapan saya untuk Bali United. Karena saya ingin Bali United itu tim yang bertahan panjang di Indonesia. Dan melegenda di Indonesia. Saya kira hal ini telah dipikirkan Pak Pieter Tanuri Owner Bali United,” ujar Indra Sjafri.

Indra Sjafri menjelaskan, sebagai mantan pelatih Bali United, jauh sangat senang melihat perkembangan Bali United saat ini. Yang cukup pesat, baik itu pengelolaan secara manajemen dan menuju industri sepak bola di Indonesia.

“Syarat-syarat menjadi klub yang fokus kepada industri sepak bola nasional, saya pikir Bali United paling pertama. Padahal baru tiga tahun berdiri. Dari sisi itu tidak terlepas dari dukungan Owner Pieter Tanuri. Beruntung pelatih bisa kolaborasi dengan Pieter Tanuri, sehingga bisa belajar membangun tim dari industri,” ujarnya.

Pemain muda Bali United Miftahul Hamdi menjelaskan, sebagai pemain muda tetap berlatih keras agar bisa bersaing secara sehat dengan para senior.

“Kami tahu juga saat ISC A 2015 juga pemain muda jarang dapat kesempatan. Jadi tetap berpikir positif dan bersaing secara sehat,” kata pemain asal Aceh ini. (*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help