TribunBali/

Sungguh Tega, Pria Ini Berulang-ulang Cabuli Bocah di Bukit Ungasan, Diiming-imingi Rp 5 Ribu

Dengan kepolosannya, korban yang masih anak di bawah umur ini pun menuruti keinginan bejat terdakwa

Sungguh Tega, Pria Ini Berulang-ulang Cabuli Bocah di Bukit Ungasan, Diiming-imingi Rp 5 Ribu
World of Buzz
Ilustrasi pencabulan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Martinus Doko alias Om Martin (43) asal Waingapu Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, terdakwa kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur, Kamis (5/10/2017) menjalani sidang  tahap akhir di Pengadilan Negeri Denpasar

Saat sidang dengan agenda pembacaan putusan, Majelis Hakim pimpinan Dewa Budi Watsara mengganjar terdakwa dengan pidana penjara ringan selama 4,5 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan penjara.

Sesuai amar putusan, vonis hakim lebih ringan 1,5 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ika Lusiana Fatmawati, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 6 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan penjara. 

Hakim menilai perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana secara berturut-turut sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama 4,5 tahun dan denda Rp 100 juta. Apabila terdakwa tidak mampu membayar denda sebagaimana ketentuan, maka terdakwa diwajibkan mengganti dengan hukuman kurungan selama empat bulan," kata ketua Majelis Hakim Dewa Budi Watsara. 

Mendengar vonis hakim, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya Charlie Usfunan, maupun JPU sama-sama menyatakan menerima. 

Seperti diketahui, dalam surat dakwaan disebutkan perbuatan terdakwa bermula saat terdakwa bekerja di Villa Tanah Bali di Jalan Tundum Penyu Perum Tanah Bali Bukit Unggasan, Kuta Selatan.

Saat itu, terdakwa tinggal satu mes dengan orangtua korban serta para pekerja lainnya yang juga berkerja di Villa tersebut. 

Pada siang hari bulan Februari 2017 silam, terdakwa diminta tolong oleh teman kerja untuk menjaga anaknya yang berinisial D.

Halaman
12
Penulis: Fauzan Al Jundi
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help