TribunBali/

Berita Banyuwangi

‎Gandrung Sewu Angkat Tema Perjuangan Blambangan

Kembang Pepe merupakan kelanjutan dari Seblang Lukinto. Tema ini diangkat dari karya yang diciptakan sekitar tahun 1775-1776.

‎Gandrung Sewu Angkat Tema Perjuangan Blambangan
Surya
Atraksi Gandrung Sewu tahun lalu, tahun ini kembali digelar. 

”Festival terbukti menjadi instrumen ampuh untuk memperkenalkan seni-budaya daerah ke publik global. Sekaligus ini menjadi bagian dari regenerasi pelaku seni. Kami bangga, sekarang semakin mudah mencari anak Banyuwangi yang jago menari, bahkan latihan-latihan digelar di balai desa untuk anak-anak siswa Taman Kanak-Kanak,” ujar Anas.

Sehingga festival seni-budaya seperti Festival Gandrung Sewu bukan semata pertunjukan dan atraksi wisata saja, namun menjadi ajang konsolidasi budaya.

”Dulu di tahun pertama, untuk mencari pelaku seninya atau penarinya sempat kebingungan. Tapi sekarang minat anak-anak muda membeludak. Ini menunjukkan betapa bangganya rakyat terhadap seni-budayanya," kata Anas.

Festival Gandrung Sewu, sambung Anas, menyajikan atraksi yang sangat menarik.

Lebih dari seribu penari dengan busana berwarna merah menyala akan kompak menampilkan koreografi tematik di bibir pantai dengan latar belakang Selat Bali.

”Dan mereka tidak sekadar menari, tapi ada balutan koreografi bertema tertentu yang tiap tahunnya berganti, sehingga terus mendorong para pelaku seni untuk meningkatkan kreativitas konten tema dan koreografinya,” papar Anas. (haorrahman)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help