TribunBali/

Heboh Video Emak-emak Duel Sampai Tewas, Diduga Bekas Operasi Caesar Dipukul Hingga Robek

Akun Ratnawati Homade itu memaparkan kronologi yang sedikit lebih rinci aksi banting pintu yang berujung perkelahian tersebut.

Heboh Video Emak-emak Duel Sampai Tewas, Diduga Bekas Operasi Caesar Dipukul Hingga Robek
Facebook Yuni Rusmini/Kolase Tribunnews
Capture video yang memperlihatkan detik-detik dua perempuan di Takalar, Sulawesi Selatan berkelahi 

Terlihat sejumlah orang yang melerai, namun perkelahian itu masih berlangsung.

Salah satu komentar netizen menarik perhatian usai membeberkan sisi lain peristiwa tersebut.

Akun Ratnawati Homade itu memaparkan kronologi yang sedikit lebih rinci aksi banting pintu yang berujung perkelahian tersebut.

"Itu pembunuh pernah pergi selama 20 hari lebih.. terus sdh 3 hari plgnya.. terus mamanya korban menyanyi2 untuk cucunya tp si pembunuh malah tersinggung dan saling adu mulut.. ke esokan harinya si korban duduk depan rumah tetangganya lalu si suami pembunuh mengatai si korban ''tanja kongkong'' lalu membanting pintunya dan tak lama beberapa menit si pembunuh keluar lalu memukul sikorban hingga berkelahi.. sebenarnya ada videonya..cm polisi blm mengizinkan untuk dibagikan..," tulisnya dalam kolom komentar.

Ia juga membeberkan mengapa korban sampai meninggal, yakni karena bekas jahitan operasi caesarnya robek.

"Si korban habis operasi sesar..si pembunuh memukul bagian perut yg sdh di oprasi sampai bekas oprasinya robek bagian dalam," tulis akun Ratnawati Homade.

Netizen yang lain pun menyayangkan perkelahian berujung maut tersebut.

Terlebih mereka hidup bertetangga.

Iyang Kroya Koek Koek Yaalloh hidup dikampung ternyata begini yah kurira dikapungku saja ...ini semua karena sikap iri hati yg menimbulkan benci dan dengki g ada akur2nya amit2 deh semoga aku dijauhkn dari sikap iri dan dengki amin3

Ellyta Dhewi Asstagfirullah,, begitu lah hasilnya ketika tidak mampu menahan diri dari amarah, mudah2an almh diterima amal ibadahnya dan diampuni segala dosanya

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help