TribunBali/

Berita Banyuwangi

Belanja Daerah Diproyeksikan Capai Rp 2,45 Triliun, APBD 2018 Banyuwangi Fokus Didua Bidang Ini

Dalam kesempatan itu, Anas mengatakan, belanja daerah diproyeksikan Rp 2,48 triliun.

Belanja Daerah Diproyeksikan Capai Rp 2,45 Triliun, APBD 2018 Banyuwangi Fokus Didua Bidang Ini
Istimewa/Surya
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Tahun 2018 pembangunan Banyuwangi akan fokus pada pemerataan pembangunan, dengan menyediakan fasilitas infrastruktur dasar bagi warganya.

Selain itu, pemkab juga akan menganggarkan subsidi sosial bagi warga miskin.

Hal itu dikatakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat menyampaikan nota pengantar bupati atas diajukannya Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2018, dalam sidang paripurna dewan, di Gedung DPRD Banyuwangi, Selasa (10/10/2017).

Bupati Anas menyampaikan, pembangunan harus bisa dirasakan oleh semua warga, baik yang ada di pelosok maupun di kota, khususnya infrastruktur.

Mulai dari pembangunan jalan penghubung, pengadaan pompa air di wilayah yang kurang air, maupun fasilitas kesehatan dan pendidikan tetap akan menjadi prioritas.

"Kami bersama legislatif memiliki berkomitmen untuk membangun infrastruktur yang merata di seluruh wilayah berdasar prioritas. Terkait jalan, kami akan prioritaskan pada jalan akses, penghubung. Selain itu, untuk di wilayah yang kontur tanahnya goyang akan kami cor. Fasilitas kesehatan kesehatan dan pendidikan juga akan kami bangun di wilayah pelosok," jelas Anas.

Anas menambahkan pada tahun depan Pemkab juga akan menganggarkan subsidi sosial.

Program yang digagas antara lain santunan kepada keluarga penunggu orang sakit, pemberian makanan kepada lansia keluarga miskin, santunan kematian bagi  keluarga miskin.

"Nanti kami melibatkan pemerintahan desa untuk pelaksanaannya. Karena selain mereka yang lebih tahu kondisinya, pelaksanaannya juga akan lebih mudah karena lebih dekat secara jarak. Mekanismenya masih terus kita godok. Bisa saja nanti praktiknya warung terdekat nanti yang akan kirim rantangan setiap hari ke lansia," beber Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas mengatakan, belanja daerah diproyeksikan Rp 2,48 triliun.

Sementara itu, pendapatan daerah 2018 diproyeksikan sebesar Rp 2,45 triliun, turun dari tahun 2017 yang Rp 2,69 triliun.

"Memang turun karena dana transfer pusat dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) turun. Namun Pendapatan Asli Daerah targetnya kita naikkan. Jadi, kenaikan nilai pajak daerah selama ini dialokasikan untuk kebutuhan warga miskin, salah satunya untuk program subsidi sosial tersebut," jelas Anas.

Dalam nota pengantar tersebut, Anas juga membeberkan proyeksi ekonomi Banyuwangi tahun 2018.

Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 5,65 persen, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) diprdiksi tumbuh mencapai Rp 76,85 triliun, dengan laju inflasi berkisar 3 - 4 persen.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi itu terutama digerakkan sektor pariwisata yang proyeksinya tumbuh 8,41 persen. Sementara kontribusi PDRB sektor pertanian dan perikanan diproyeksikan mencapai Rp 27,76 persen," pungkas Anas. (Haorrahman)

Editor: ady sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help