TribunBali/

Beli Emas Antam Kena Pajak Penghasilan? Ini Tanggapan Butik Emas di Bali

Sekretaris Perusahaan Antam, Aprilandi H. Setia, mengatakan harga jual emas Antam sudah termasuk PPh 22 tersebut.

Beli Emas Antam Kena Pajak Penghasilan? Ini Tanggapan Butik Emas di Bali
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
PT Antam Persero Tbk resmi membuka Butik Emas Logam Mulia (LM) di Kota Denpasar sebagai gerai ke-12, Senin (16/11/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beredar kabar pengenaan pajak untuk pembeli emas di PT Antam (Persero) Tbk.

Antam mengklarifikasi terkait pengenaan pajak penghasilan pada Pasal 22 (PPh 22), khususnya dalam hal pembelian emas.

Bahwa harga jual emas Perseroan sudah termasuk pajak tersebut.

Sekretaris Perusahaan Antam, Aprilandi H. Setia, mengatakan harga jual emas Antam sudah termasuk PPh 22 tersebut.

“Perusahaan melakukan sosialisasi atas penetapan pajak tersebut sebagai bentuk penerapan tata kelola yang baik. Dengan demikian Antam optimistis hal ini tidak akan memengaruhi penjualan emas perseroan,” katanya dalam siaran resmi yang diterima Tribun Bali, Minggu (8/10/2017).

Hal ini disampaikan Marketing Representative Butik Emas Denpasar, Risqon.

Ia menambahkan pengenaan pajak pembelian emas, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan No. 34/PMK.010/2017, tentang pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22. Sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain.

“Dengan adanya ketentuan ini, Antam akan memisahkan nilai harga emas dan pajak di dalam faktur penjualan. Dengan demikian diharapkan pembeli bisa mengetahui adanya PPh 22,” jelasnya.

Perseroan, kata dia, optimistis emas tetap akan menjadi pilihan investasi bagi masyarakat karena satu-satunya yang bersertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) yang menjamin berat dan kemurnian produk emas.

“Hal lainnya adalah nilai emas cenderung naik dalam jangka panjang, dan dapat menjadi save heaven asset yang terlindung dari inflasi,” tegasnya.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help