TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

Gelar Pertunjukkan Seni Bondres, Hiburan Sekaligus Media Pereda Depresi Anak-anak di Pengungsian

Berita bohong atau hoax tentang bencana Gunung Agung, Bali tidak hanya memicu kepanikan serta tekanan bagi kalangan dewasa

Gelar Pertunjukkan Seni Bondres, Hiburan Sekaligus Media Pereda Depresi Anak-anak di Pengungsian
Istimewa
Anak-anak pengungsian Gunung Agung dihibur 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Berita bohong atau hoax tentang bencana Gunung Agung, Bali tidak hanya memicu kepanikan serta tekanan bagi kalangan dewasa, hal serupa justru sangat dirasakan oleh anak-anak pengungsi.

Bukan hanya itu, hilangnya tempat tinggal dan rutinitas hingga minimnya hiburan di posko pengungsian semakin memperparah tingkat depresi anak-anak pengungsi saat ini.

Namun, berbeda dengan kesuraman yang sebelumnya terlihat di sejumlah posko pengungsian, kemeriahan justru mewarnai Pertunjukan Rakyat yang digelar di sejumlah titik pengungsian di kabupaten Karangasem, Bali pada Senin (9/10) malam.

 
Ribuan pengungsi, khususnya anak-anak terlihat antusias dan larut dalam kegembiraan saat menyaksikan lawak inovatif yang dikenal bernama Bondres.

Hal tersebut seperti yang terlihat di Posko Pengungsian Tenganan, Karangasem, Bali.

Sepanjang acara bertajuk 'Waspada Gunung Agung, Perhatikan dan Taati Langkah Langkah Penyelamatan' yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia (RI) itu masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tidak berhenti tertawa bersama.

Besarnya tekanan psikologis yang dirasakan anak-anak tersebut diungkapkan Direktur Pengolahan dan Penyediaan Informasi (PPI), Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia (RI), Selamatta Sembiring menjadi salah satu alasan mengapa pertunjukan rakyat digelar.

Tujuannya, agar dapat menghibur masyarakat, sehingga lebih tenang dalam menghadapi kehidupan selama tinggal di posko pengungsian.

“Kami (Kominfo) sengaja mengemas kegiatan dalam bentuk pertunjukan rakyat seperti ini agar sosialisasi kepada masyarakat terkait Waspada Gunung Agung dengan berbagai langkah antisipatif dan penyelamatannya, bisa lebih mudah dicerna dengan baik. Sekaligus dalam kerangka trauma healing,” ujar Sembiring dalam siaran tertulisnya pada Rabu (11/10/2017).

“Tapi kita memang harus sabar dalam menghadapi cobaan ini. Proses alam yang terjadi ini memang harus dilalui. Semoga kita bisa bersama-sama dalam melalui cobaan ini. Saya yakin, setelah hadirnya cobaan, berikutnya akan hadir banyak kebaikan dan keberkahan. Badai pasti berlalu,” tuturnya menambahkan. (*)

Editor: ady sucipto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help