TribunBali/
Home »

Bali

29 Bayi Lahir Negatif HIV Dari Pasangan ODHA di Tabanan

program PMTCT dijalankan sekitar lima tahun hingga Agustus 2017 tercatat 30 bayi yang sudah menjalani pemeriksaan HIV.

29 Bayi Lahir Negatif HIV Dari Pasangan ODHA di Tabanan
Tribun Bali/Dwi S
grafis HIV 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan saat ini memiliki program pencegahan penularan virus HIV dari ibu ke bayi atau PMTCT, sejak mulai diterapkan pada 2012 hingga sekarang tercatat 29 bayi berhasil dilahirkan negatif HIV dari pasangan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Tabanan, dr Ketut Nariana mengatakan, program PMTCT dijalankan sekitar lima tahun hingga Agustus 2017 tercatat 30 bayi yang sudah menjalani pemeriksaan HIV.

“Ada satu bayi positif karena ibunya terlambat menjalani program PMTCT atau saat usia kandungannnya tujuh bulan,” kata Nariana, Jumat (13/10/2017).

Dijelaskan Nariana program PMTCT ditawarkan pada ibu hamil yang diketahui menderita HIV saat pemeriksaan di puskesmas atau pasangan ODHA yang ingin punya anak.

Bagi yang sudah terlanjur hamil, idealnya terapi PMTCT dilakukan sebelum usia kandungan tiga bulan. Lewat dari waktu tersebut potensi untuk tertular semakin besar. 

Sementara bagi pasangan ODHA yang ingin punya keturunan, baik istri dan suami sama-sama melakukan terapi ARV.

Jika sel pertahanan tubuh atau CD4 memenuhi syarat dan virus HIV tidak terdeteksi dari pemeriksaan laboratorium barulah dilakukan pembuahan dengan melihat waktu subur ibu.

“Selama ini pasangan ODHA baik dua-duanya positif atau salah satunya diperbolehkan berhubungan  asal memakai kondom. Namun ketika hendak memiliki keturunan dan seluruh syarat terpenuhi tentu kondom dilepas saat hendak berhubungan agar terjadi pembuahan,” jelas Nariana.

Sang Ibu akan menjalani terapi ARV selama kehamilan. Bayi yang lahir pun dianjurkan tidak lahir normal tetapi secara caesar untuk meminimalkan penularan virus yang biasanya ada di cairan kelamin sang ibu.

Saat lahir bayi menjalani profilaksis ARV, Hasilnya akan diketahui saat bayi berusia 18 bulan.

Tahun 2017 ini ada tambahan lima bayi yang lahir lewat program PMTCT dan menunggu bayi berusia 18 bulan untuk mengetahui hasilnya. Serta masih tercatat 10 ibu hamil yang positif HIV sedang menjalani program PMTCT.

Jika dijalani sejak dini, maka tingkat keberhasilan PMTCT bisa 100 persen. Bagi ibu hamil yang ingin mengetahi kondisi kesehatannya dalam hal ini virus HIV bisa melalukan pemeriksaan di setiap puskesmas yang ada di Tabanan dan tidak dipungut biaya. (*)

Penulis: I Made Argawa
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help