TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

Bocah Tiga Tahun di Posko Pengungsian Kubu Terserang Demam Berdarah, Sempat Alami Gejala Ini

Oleh sang ayah, Wayan Sri Ardana, diceritakan bahwa sejak enam hari terakhir ini, Made Suartana terus uring-uringan.

Bocah Tiga Tahun di Posko Pengungsian Kubu Terserang Demam Berdarah, Sempat Alami Gejala Ini
Tribun Bali/M. Fredey Mercury
Made Suartana tengah terlihat lahap saat disuapi ibunya, Jumat (13/10). bocah pengungsi berusia tiga tahun ini sempat mengalami gejala DB sejak enam hari terakhir. meski demikian, saat ini kondisinya telah membaik. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Fredey Mercury

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Dengan tangan masih terpasang selang infus, I Made Suartana, bocah berumur tiga tahun ini terlihat lahap disuapi makan siang oleh ibunya.

Di sebelahnya tampak pula seorang perawat tengah memeriksa suhu tubuh, bocah yang juga merupakan seorang pengungsi dari Banjar Besakih Kawan, Jumat (13/10/2017).

Sejak hari Kamis (12/10), anak dari pasangan I Wayan Sri Ardana dan Ketut Sari ini dirawat lantaran didiagnosa mengalami gejala demam berdarah.

Oleh sang ayah, Wayan Sri Ardana, diceritakan bahwa sejak enam hari terakhir ini, Made Suartana terus uring-uringan.

Bahkan saat malam hari cenderung susah tidur lantaran suhu tubuhnya meningkat dengan rentangan 36 hingga 39 derajat celcius.

“Sejak sakit, dia terus nempel sama ibunya saja, sampai ibunya tidak bisa apa-apa,” kata pria berumur 30 tahun ini.

Lanjut dia, dengan panas tinggi yang dialami anaknya tersebut, sebagai orang tua, tentu dia sudah mencoba segala cara agar anaknya sembuh.

Beberapa kali anaknya sudah diperiksakan ke puskesmas. Namun masih saja belum sembuh. Akhirnya oleh pihak dokter di puskesmas, disarankan agar melakukan cek lab untuk mengetahui secara pasti penyakit yang dilami oleh Suartana.

“Dari hasil cek lab di puskesmas anak saya mengalami gejala demam berdarah (DB). Tapi oleh dokter disarankan agar melakukan cek lab dilakukan dua kali, untuk memastikan hasilnya. Sebab itulah kami ke RSUD Bangli untuk cek lab ke dua. Dan dari cek lab kedua, hasilnya anak saya positif gejala DB,” tuturnya.

Made Suartana pun akhirnya dirawat di RSUD Bangli terhitung sejak hari Kamis (12/10) lalu, dan saat ini, dia telah dipindah ke ruang perawatan khusus anak, yakni di ruang Jempiring & Picu RSUD Bangli.

Kata Ardana meski pada Kamis malam suhu tubuh anaknya kembali naik, menjadi 39 derajat celcius, Suartana dengan cepat mendapat perawatan dari petugas di RSUD Bangli, sehingga saat ini kondisinya telah membaik dari sebelumnya. (*)

Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help