TribunBali/
Home »

Bali

Miris, Kerap Dilanda Bencana, Kas BPBD Tabanan Tinggal Rp 500 Ribu

Berdasarkan data yang dihimpun di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan Sekitar seminggu cuaca buruk menimbulkan kerugian material

Miris, Kerap Dilanda Bencana, Kas BPBD Tabanan Tinggal Rp 500 Ribu
istimewa
Petugas BPBD Tabanan saat melakukan pemotongan pohon kelapa tumbang dan mengenai bale piasan Banjar Ambengan, Desa Gubug (8/8).Pohin tumbang karena sudah tua dan pangkal batang yang rapuh. (Ist) 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Hujan disertai angin yang terjadi pada awal Oktober 2017 menimbulkan bencana pohon tumbang di beberapa wilayah di Kabupaten Tabanan.

Berdasarkan data yang dihimpun di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan Sekitar seminggu cuaca buruk menimbulkan kerugian material hingga Rp 144 juta.

Cuaca buruk berlangsung hingga tanggal 10 Oktober menyebabkan rumah hingga pura tertimpa pohon tumbang.

Kepala Pelaksanan BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Made Sucita menyebutkan, pihaknya saat ini hanya bisa mencatat kerugian yang disebabkan oleh bencana, untuk bantuan belum bisa direalisasikan.

“Dari bencana di beberapa titik kerugian total sekitar Rp 144 juta. Karena bantuan sosial tidak terencana kami kasnya tinggal Rp 500 ribu, makanya bantuan kepada masyarakat belum bisa diberikan” katanya, Jumat (13/10/2017).

Beberapa kejadian bencana alam yang terjadi di Tabanan pada awal Oktober 2017 di antaranya, pohon beringin tumbang di Desa Biaung yang menimpa dua pelinggih pura kerugian sekitar Rp. 15 juta pada Minggu 1 Oktober, tanggal 6 Oktober pohon tumbang mengenai kantor Kesbangpol Tabanan dan sebuah rumah di Kamasan, Tabanan, kerugian sekitar Rp 5 juta. 

Tanggal 8 Oktober pohon tumbang menimpa rumah di Desa Luwus kerugian sekitar Rp 25 juta, pada hari yang sama sebuah tembok penyengker roboh akibat hujan deras di Banjar Riang Kaja, Desa Riang,Penebel kerugian sekitar Rp 25 juta.

Pada tanggal sama pohon tumbang di Pura Beji di Desa Adat Pejaten kerugian sekitar Rp 15 juta. Pada hari yang sama senderan sungai di Banjar Sakeh, Desa Sudimara jebol akibat hujan, kerugian sekitar Rp 29 juta.

Malam hari pada Minggu (8/10) sebuah pohon menimpa gubuk di Desa Megati, Selemadeg Timur dengan kerugian sekitar Rp 30 juta.

Sucita menyebutkan, pada tahun-tahun sebelumnya, pihaknya menerima dana bantuan sosial tidak terencana setiap tahun mencapai Rp 1,5 miliar.

Dana tersebut biasanya bisa dipergunakan hingga bulan November.

Karena diakhir tahun 2016 terjadi bencana besar di Baturiti sehingga dana tersebut tahun ini lebih cepat terkuras.

“Kami kurang tahu apakah di perubahan akan dapat dana lagi, apalagi keuangan daerah memang sedang minim,” ujarnya. (*)

Penulis: I Made Argawa
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help