TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

PVMBG Rekam 7 Kali Gempa Tremor Gunung Agung, Begini Analisa Terbaru dari PVMBG

Devy Kamil Syahbana pun menghimbau masyarakat untuk tidak panik yang berlebihan, karena gempa Tremor Non Harmonik normal terjadi

PVMBG Rekam 7 Kali Gempa Tremor Gunung Agung, Begini Analisa Terbaru dari PVMBG
(ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA)
Sejumlah warga melintas di jalan Desa Datah yang berjarak sekitar 10Km dari kawah Gunung Agung, Karangasem, Bali, Minggu (8/10/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat aktivitas Gunung Agung kembali meningkat yang disertai semburan asap putih dengan tinggi hingga 1.000 meter dari kawah sejak Sabtu (7/10/2017) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Gunung Agung hingga Jumat (13/10) terus mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Bahkan berdasarkan hasil evaluasi Kamis (12/10), tercatat dalam sehari Gunung Agung mengalami 906 kali gempa vulkanik.

Jumlah ini pun meningkat drastis dari periode Rabu (11/10) yang berjumlah 727 gempa vulkanik perharinya.

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, banyaknya gempa vulkanik yang terjadi Kamis (12/10), menyebabkan adanya penambahan tekanan dalam tubuh Gunung Agung.

Dalam kondisi tertentu, tekanan tersebut memicu terjadinya gempa tremor Non Harmonik atau Spasmodic Tremor.

Bahkan Kamis (12/10), PVMBG merekam 7 kali gempa tremor Non Harmonik akibat tingginya aktivitas vulkanik Gunung Agung, dengan rincian 3 kali gempa tremor Non Harmonik di periode 12.00 Wita-18.00 Wita, dan 4 gempa Tremor Non Harmonik di periode 18.00 Wita sampai 24.00 Wita.

"Tremor Non Harmonik yang terekam kemarin adalah rentetan gempa-gempa vulkanik. Satu gempa muncul, sebelum gempa sebelumnya selesai. Jadi gempa berulang-ulang seperti itu. " Jelas Devy Kamil Syahbana ketika dikonfirmasi di Pos Pantau Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Jumat (13/10/2017)

Devy Kamil Syahbana pun menghimbau masyarakat untuk tidak panik yang berlebihan, karena gempa Tremor Non Harmonik normal terjadi saat kondisi aktivitas Gunung Api yang tinggi.

Gempa Tremor Non Harmonik biasanya memiliki durasi yang pendek, seperti yang terekam di Gunung Agung, gempa Tremor masih berdurasi 3 menit, dengan amplitude yang belum over skill (melebihi batas ukur) .

Gempa tremor yang biasanya dikhawatirkan masyarakat itu adalah gempa tremor yang terus menerus, dengan durasi sampai hitungan puluhan menit atau beberapa jam.

Biasanya saat pengukuran gempa, di seismograf amplitudenya menunjukan over skill dan jika terjadi gempa tremor terus menerus, akan diikuti dengan letusan atau erupsi

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help