TribunBali/

Berita Banyuwangi

Ringankan Beban Pasien Miskin, Banyuwangi Beri Uang Saku Bagi Keluarga Pendamping Pasien

kini Banyuwangi memberikan uang saku bagi keluarga pasien miskin yang berobat, baik di rumah sakit maupun puskesmas.

Ringankan Beban Pasien Miskin, Banyuwangi Beri Uang Saku Bagi Keluarga Pendamping Pasien
Istimewa/Surya
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat berbincang dengan keluarga pasien di Puskesmas Gitik, Jumat (13/10). 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Terobosan baru dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi di bidang kesehatan.

Setelah memberikan layanan jemput pasien miskin, dan layanan antar obat gratis, kini Banyuwangi memberikan uang saku bagi keluarga pasien miskin yang berobat, baik di rumah sakit maupun puskesmas.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, setelah dievaluasi terdapat masalah mengapa orang miskin masih enggan dirawat ke rumah sakit atau puskesmas.

Padahal biaya berobat bagi orang miskin sudah gratis.

"Ternyata setelah kami evaluasi dari program jemput ke rumah pasien, warga miskin enggan berobat, karena ketika ke rumah sakit keluarga yang mengantarkan pasien ini harus tidak bekerja. Sehingga mereka kehilangan kesempatan untuk mendapat uang di hari itu," kata Anas, saat mengunjungi Puskesmas Gitik, Jumat (13/11/2017).

Belum lagi apabila pengantar pasien adalah tulang punggung keluarga yang penghasilannya harian. Sehingga ketika tidak bekerja satu hari, mereka tidak bisa mendapat uang.

"Atas dasar itulah, kami buat kebijakan memberikan uang pengganti bagi keluarga pasien miskin. Uang pengganti ini diharapkan bisa meringankan beban, karena mereka harus terpaksa tidak bekerja. Jadi ini paket lengkap, pengobatannya gratis ditambah uang pengganti, "kata Anas.

Program ini akan ditargetkan berjalan dalam dua bulan ke depan.

"Kami sedang sinkronkan regulasinya, konsultasi ke pemerintah pusat dan BPK. Kami ingin berinovasi dengan tidak melenceng dari aturan keuangan negara,” kata mantan Ketua PP IPNU tersebut.

Anas mengatakan untuk verifikasi keluarga pasien miskin yang berhak mendapat uang saku, akan dilakukan oleh pihak puskesmas dan rumah sakit.

Halaman
12
Editor: ady sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help