TribunBali/
Home »

Bali

Psyco Rocktober Kembali Menghentak Penggila Musik Rock di Taman Garuda Pancasila Kertalangu

Meski terus berubah, genre rock masih punya posisi dan pengumpul massa terbesar dalam konser musik di Bali

Psyco Rocktober Kembali Menghentak Penggila Musik Rock di Taman Garuda Pancasila Kertalangu
Tribun Bali/Ida Ayu Suryantini Putri
Psyco Rocktober yang berlangsung (14/10) di Taman Garuda Pancasila, Kertalangu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meski terus berubah, genre rock masih punya posisi dan pengumpul massa terbesar dalam konser musik di Bali.

Musisi-musisi muda, sebagai aktor perubahan, masih menaruh perhatian pada genre rock terutama dengan Sub-genre Psychedelic Rock.

“Musik ini di Bali udah semakin banyak, makin tumbuh, makin menjamur dan saya ingin mengangkat komunitas ini,” ujar Anom Darsana, penggagas Rocktober di Bali.

Semangat explorasi ini dilirik sebagai sebuah skema baru yang perlu dikumpulkan dalam sebuah panggung konser oleh Antida Music Productions sehingga dibentuklah Psyco Rocktober yang berlangsung Sabtu, (14/10/2017) di Taman Garuda Pancasila, Kertalangu.

Event ini telah berlangsung dua kali. Pertama di tahun 2012 bersama event “Sanur Auto Classic” kemudian di tahun 2014 bersama “Himpunan Motor Tua”.

Tahun ini, kembali digelar Rocktober dengan tema “Psyhedelic Rock” dengan semangat kebersamaan untuk memperkuat ikatan komunitas musik di Bali.

Akan tetapi, event kali ini sedikit berbeda karena independen, tidak bergabung bersama event lainnya.

Selain menghadirkan Black Revolver, Zat Kimia, Jangar, The Wizard, Matilda, Luciders, Cassadaga, WhiteSwan diundang pula Gafarock.

Band fenomenal asal Lamongan ini dikenal viral ketika video mereka menyanyikan ulang lagu RIDE milik Twenty One Pilots dengan bahasa Jawa menembus yang menembus 2,6 juta views.

Sebagai penampil terakhir, Faiz, personil Gafarock mengaku minder, “Sejujurnya kita agak minder di sini, mereka musisi rock semua, dan saya liat suaranya, musiknya, keren semua.”

Meski sempat diguyur hujan tak menyurutkan niat penonton untuk datang memeriahkan event ini. Apalagi ditambah dengan suasana panggung yang dibuat apik oleh visual mapping, membuat musik makin kuat merasuk ke setiap telinga penonton.

Panggung ditata dengan psychedelic dimensions dan menggunakan 6 titik speaker yang mengeliling penonton untuk menimbulkan efek surround.

Ini akan memberikan pengalaman experimental yang baru dan berbeda. Latar belakang panggung dan area penonton juga akan dibuai dengan visual mapping oleh tim Apik Creative Lab. (*)

Penulis: Ida Ayu Made Sadnyari
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help