TribunBali/

Pesawat Rute Australia-Bali Balik Arah, Terbang Rendah Hingga Terdengar Teriakan Histeris

Pesawat jenis Airbus A320 itu membawa 151 orang penumpang dan mendarat dengan selamat di bandara Perth

Pesawat Rute Australia-Bali Balik Arah, Terbang Rendah Hingga Terdengar Teriakan Histeris
KOMPAS.COM/Alek Kurniawan
AirAsia. 

TRIBUN-BALI.COM- PERTH- Sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Air Asia Indonesia terpaksa terbang kembali ke Australia setelah muncul kemungkinan hilangnya tekanan udara dalam kabin.

Pesawat dengan nomor penerbangan QZ535 yang akan terbang Pulau Bali itu, berbalik arah kembali ke Australia setelah terbang selama 25 menit pada Minggu (15/10/2017).

Pesawat jenis Airbus A320 itu membawa 151 orang penumpang dan mendarat dengan selamat di bandara Perth.

Manajemen Air Asia mengatakan, pesawat mengalami "masalah teknik" sehingga harus kembali ke bandara Perth.

Sementara media Australia mengabarkan pesawat tersebut tampak terbang rendah.

"Kami sudah mengucapkan selamat tinggal pada yang lain. Ini benar-benar menjengkelkan," kata seorang penumpang kepada media lokal Nine network.

Sebuah video yang direkam di dalam kabin pesawat dan dipublikasikan media lokal, menunjukkan masker oksigen tergantung dari langit-langit dan seseorang terdengar berteriak "penumpang turun, penumpang turun".

Penumpang lain, Claire Askew mengatakan kepada stasiun televisi Seven network kepanikan semakin meningkat karena staf maskapai berteriak dan tampak menangis.

Dalam sebuah pernyataan resmi, manajemen Air Asia mengatakan "memiliki komitmen penuh" terhadap keselamatan penumpang.

Namun, tidak menjelaskan masalah yang dialami pesawat tersebut secara rinci.

"AirAsia meminta maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan ini," demikian isi pernyataan tersebut.

Pada Juni lalu, sebuah pesawat Air Asia juga terpaksa kembali ke Perth saat terbang menuju Pulau Bali setelah mengalami masalah pada mesin yang menyebabkan pesawat "bergoyang seperti sebuah mesin cuci".

Pada Desember 2014, pesawat Air Asia jatuh di Laut Jawa dan menewaskan 162 orang penumpang dan kru setelah sistem kontrol kemudi pesawat tidak berfungsi selama penerbangan.(kompas.com)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help