TribunBali/
Home »

Bali

Disurati DPRD Jembrana, Penertiban Kafe Remang-remang Delod Berawah Jalan Terus!

Sesuai prosedur, jika surat teguran pertama ini tak diindahkan sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan maka akan dilanjutkan dengan surat teguran

Disurati DPRD Jembrana, Penertiban Kafe Remang-remang Delod Berawah Jalan Terus!
Tribun Bali/I Made Ardhiantta Ismayana
Ilustrasi Satuan gabungan merazia kafe di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, Sabtu (23/9/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Gede Jaka Santhosa

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Meskipun sempat disurati DPRD Kabupaten Jembrana yang meminta dilakukan penundaan penutupan kawasan kafe remang-remang di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana menegaskan sikapnya tetap akan menutup kafe-kafe ini.

Kini rencana penutupan yang telah melayangkan surat teguran pertama tersebut tinggal menunggu waktu hingga akhirnya pemilik kafe mau menutup kafenya sendiri atau ditutup secara paksa oleh Tim Yustisi Kabupaten Jembrana.

"Memang ada rapat internal yang membahas terkait perizinan secara umum. Tidak menjurus membahas surat rekomendasi dari DPRD Kabupaten Jembrana tersebut," ungkap Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Jembrana ketika dikonfirmasi Senin (23/10/2017).

Menurutnya, rencana penutupan kawasan kafe remang-remang di pesisir pantai Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo ini masih dalam proses dengan dilayangkannya surat teguran pertama.

Sesuai prosedur, jika surat teguran pertama ini tak diindahkan sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan maka akan dilanjutkan dengan surat teguran kedua dan ketiga.

Namun jika sampai surat teguran ketiga ini tak ditanggapi juga, maka opsi satu-satunya ialah menutup secara paksa kafe-kafe ini bersama dengan Tim Yustisi serta pihak Desa setempat.

Pihaknya, kata dia, juga sempat mendapat informasi adanya sejumlah kafe remang-remang yang berdalih beroperasi dengan mengantongi Izin Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (IUMKM).

Namun menurutnya, jika izin tersebut menyalahi aturan atau tidak sesuai dengan peruntukannya maka pihak Kecamatan setempat bisa saja mencabut izin tersebut. Setelah kafe-kafe ini ditertibkan, kedepannya kawasan pesisir pantai Desa Delod Berawah ini akan ditata kembali menjadi kawasan pariwisata yang bebas dari kesan negatif yang selama ini ditimbulkan oleh keberadaan kafe-kafe tersebut.

"Kami masih belum bahas untuk tindaklanjutnya karena saat ini masih proses surat teguran pertama. Setelah itu baru akan dibahas lagi," tandas Wisarjita Senin kemarin. (*)

Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help