TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

Soal 'Bilik Asmara' Bagi Pengungsi Gunung Agung, Begini Respon Bupati Karangasem

Menurut dia, apabila "bilik asmara" ini disiapkan belum tentu juga ada pengungsi yang mau menggunakan tempat ini, karena malu dilihat ratusan orang

Soal 'Bilik Asmara' Bagi Pengungsi Gunung Agung, Begini Respon Bupati Karangasem
Tribun Bali/I Made Argawa
Nengah Darmiasih membersihkan ranjang yang berada di bilik asmara, posko pengungsi Gunung Agung di Kecamatan Marga, Minggu (22/10/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Bupati Karangasem, Bali, I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, kesiapan "bilik asmara" untuk pasangan suami istri yang berada di posko pengungsian Gunung Agung, belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

"Kalau pun pemerintah membuatkan `bilik asmara` di tempat pengungsian, belum tentu ada yang mau menggunakan tempat itu," ujar Mas Sumantri saat ditemui di Pos Komando Tanah Ampo, Karangasem, Senin (23/10/2017).

Menurut dia, apabila "bilik asmara" ini disiapkan belum tentu juga ada pengungsi yang mau menggunakan tempat ini, karena malu dilihat ratusan orang yang ada di posko pengungsian yang ada di banjar-banjar (dusun) setempat.

Sehingga diakuinya, hingga detik ini belum ada pengungsi Gunung Agung asal Kabupaten Karangasem yang meminta untuk disiapkan "bilik asmara" ini.

"Saya mengimbau kepada pengungsi yang sudah sah menjadi suami istri kalau ingin seperti itu agar mencari kontrakan atau penginapan sementara," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Apabila memang dibutuhkan, Pemerintah Kabupaten Karangasem akan menyediakan tempat "bilik asmara" ini dan tempat kami siapkan khusus.

"Ini masalah gampang sebenarnya, asal memang dibutuhkan pengungsi," ujarnya lagi.

Mas Sumantri menyebut, pihaknya sudah membahas terkait hal ini dengan seluruh stakeholder terkait, karena kebutuhan "biologis" ini juga perlu disiapkan selain menyiapkan posko kesehatan dan posko untuk pasangan yang akan melakukan pernikahan di tempat pengungsian.

"Kami sudah pikirkan hal ini, karena bukan tidak mungkin pasangan suami istri yang baru menikah dan terpaksa harus berada di pengungsian perlu juga mendapat perhatian ini," ujarnya.

Hal ini diakuinya perlu dilakukan, karena banyak permasalahan yang dikeluhkan para pengungsi selama berada di posko pengungsian yang harus kami serap aspirasinya.

"Setiap kami turun kelapangan, apapun masukan dari pengungsi, maka kami tampung dahulu," ujarnya.

Namun, kembali lagi dalam pembahasan ini apakah memungkinkan untuk menyiapkan tempat ini karena banyak orang juga yang ada di pengungsian.

"Oleh karenanya, untuk sementara ini, kami belum menyiapkan `bilik asmara` ini," ujarnya. (*)

Editor: ady sucipto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help