Tip Sehat untuk Anda

Risiko Kematian Pria yang Mengonsumsi Obat Kuat, Ini Kesalahannya!

Beberapa kali diberitakan pria ditemukan meninggal setelah mengonsumsi obat kuat.

Risiko Kematian Pria yang Mengonsumsi Obat Kuat, Ini Kesalahannya!
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Risiko kematian seringkali membayangi pria yang mengonsumsi obat-obatan untuk meningkatkan gairah seks.

Beberapa kali diberitakan pria ditemukan meninggal setelah mengonsumsi obat kuat.

Bagaimana hal itu bisa terjadi, apakah memang karena obat-obatan atau faktor lain?

Spesialis andrologi, dr Setiawan Nugraha Sp.And tak menampik bila ada beberapa temuan kasus akibat mengonsumsi obat yang disebut bisa meningkatkan gairah seksual.

"Sebetulnya dulu kasus yang banyak ditemukan adalah obat erectogenical seperti viagra dan sebagainya. Yang membuat orang mati, (itu) karena mereka tidak tahu kontra indikasinya atau siapa yang boleh minum itu," kata Setiawan saat peluncuran Sutra Perkasa di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017).

Dia menjelaskan saat ereksi, pembuluh darah akan melebar, sehingga tekanan darah akan menurun alias rendah.

Karena kondisi itu, obat erektogenik dianggap tidak cocok dikonsumsi oleh orang yang dalam kondisi tekanan darah rendah.

Selain itu, orang yang tengah mengonsumsi obat pembuluh darah juga dilarang.

"Misalnya jantung koroner kan dikasih obat biar lebar pembuluh darahnya. Kalau lebar, tensinya kan turun. (Konsumsi erektogenik) makin turun, ya benar aja amblas. Tapi kalau tensi kamu tinggi, normal, ya enggak apa-apa, asal sesuai dosis yang tertera," ujar Setiawan.

Selain itu, menggunakan obat kuat sembarangan jika tidak diperlukan dan tanpa konsultasi dokter lebih dulu dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. 

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved