TribunBali/
Home »

News

» Jakarta

Terungkap, Balita yang Dianiaya Sang Ibu Hingga Tewas Sempat Sekarat Saat Dibawa ke Rumah Sakit

Saat dibawa ke rumah sakit, balita laki laki itu terluka di sekujur tubuhnya, seperti luka memar di bagian kaki, tangan kiri dan kanan

Terungkap, Balita yang Dianiaya Sang Ibu Hingga Tewas Sempat Sekarat Saat Dibawa ke Rumah Sakit
Warta Kota
Seorang balita tewas dengan tubuh penuh luka, diduga karena dianiaya ibunya sendiri. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Balita berusia lima tahun, GW diduga dianiaya hingga tewas oleh ibu kandungnya sendiri, yakni Novi Wanti (25), di sebuah kontrakan di Jalan Asem Raya No 1, RT 06/08, Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (11/11/2017).

Seorang pengojek Mariono (45) mengatakan, GW dalam kondisi masih hidup dengan tubuh penuh luka memar saat digendong ibunya yang minta diantar ke Rumah Sakit Graha Kedoya.

Baca: TRAGIS, Sebelum Tewas Bocah Lima Tahun Ini Bilang ‘Ampun Mama’, Dianiaya Sang Ibu Putus Nafas

"Mariono ketika itu kaget karena ada seorang wanita yang merupakan ibu si GW, yakni Novi, minta segera diantar ke RS Graha Kedoya. Saat itu balita yang digendong Novi seperti babak belur," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu, Minggu (12/11/2017).

Dikatakan Edi, Mariono mengaku ke polisi saat tiba di rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter, balita malang itu menghembuskan nafas terakhirnya.

"Saat dibawa ke rumah sakit, balita laki laki itu terluka di sekujur tubuhnya, seperti luka memar di bagian kaki, tangan kiri dan kanan, serta juga ada bekas ikatan tali di bagian tangan dan juga kaki. Kuat dugaan ia tewas karena penyiksaan yang dilakukan sang ibu. Karena, balita ini pun tewas saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter di rumah sakit," jelas Edi.

Hingga kini, kepolisian tengah memeriksa Novi yang diduga pelaku yang menganiaya anaknya sendiri. Belum diketahui hingga saat ini, motif Novi menganiaya anaknya hingga tewas.

"Kami juga masih memeriksakan Mariono, dan saksi lainnya yaitu Bryan Adam (22) yang juga selaku pemilik kontrakan, dan Abdul Rojak (49) selaku Ketua RT," jelasnya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help