TribunBali/
Home »

News

» Jakarta

TRAGIS, Sebelum Tewas Bocah Lima Tahun Ini Bilang ‘Ampun Mama’, Dianiaya Sang Ibu Putus Nafas

Tragedi seorang ibu menganiaya anak kandung semata wayangnya sampai tewas di sebuah kontrakan yakni Jalan Asem Raya nomor 1

TRAGIS, Sebelum Tewas Bocah Lima Tahun Ini Bilang ‘Ampun Mama’, Dianiaya Sang Ibu Putus Nafas
Warta Kota
Seorang balita tewas dengan tubuh penuh luka, diduga karena dianiaya ibunya sendiri. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Tragedi seorang ibu menganiaya anak kandung semata wayangnya sampai tewas di sebuah kontrakan yakni Jalan Asem Raya nomor 1, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Novi Wanti (25) serta GW (5) ini mengundang komentar warga setempat.

Novi, diketahui dikenal warga setempat tertutup.

"Novi ini saya enggak tahu kok bisa tega pukul dan menampar anaknya berkali-kali. Sebab, si Novi yang tinggal di kamar 203 ini orangnya ya rada tertutup. Enggan berkomunikasi dengan penghuni kontrakan kost-kostan lain. Novi itu kerjaannya nganter anak yang sering ia aniaya itu ke sekolah setiap pagi. Itu yang saya tahu," terang Bryan Adam (22), yang sebagai pemilik kontrakan, Minggu (12/11/2017).

Dia mengaku kaget saat mengetahui dari penghuni lain bahwa penganiayaan terakhir sudah terjadi pada Sabtu (11/11) sekitar pukul 17.00 kemarin.

"Saat itu juga ya, saya langsung menghubungi Ketua RT setempat, Abdul Rojak (49). Karena, anaknya saya dengar tewas di rumah sakit di RS Graha Kedoya. Keji sekali. Tapi saya emang tidak tahu kenapa dia tega seperti itu," katanya kembali.

Sementara itu, petugas keamanan di kontrakan, Rahman (36) mengaku bersama penghuni lain dan pemilik kontrakan sempat mengusir Novi.

Sebab, dia kedapatan menganiaya anaknya yang masih berusia lima tahun itu.

"Sempat diusir dan diminta pindah ke tempat tinggal yang lain. Tapi enggak mau. Saya juga bingung, kok anaknya terus-terusan dianiaya gitu. Anaknya kadang teriak.. 'Ampun mamaa.. Ampuun.. Sakiit' saya yang dengar juga gerah. Dia (Novi) tinggal disini berdua doang. Engga kerja sama sekali. Enggak tahu suaminya tuh orang dimana. Kerja juga enggak. Yang ngasih duit setiap bulan yang saya tahu dapat kiriman dari ibunya," jelasnya.

Sementara Ketua RT 006/08, Abdul Rojak, akui kaget mengetahui adanya balita jenis kelamin laki-laki tewas setelah dianiaya ibunya.

Namun sebagai Ketua RT, ia mengaku lega, karena ibu dari anak tersebut telah ditangkap polisi.

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help