TribunBali/

Bali United

Sylvano Comvalius Hengkang Dari Bali United? Pieter Tanuri: Hari Ini Ketemu Lagi

Striker Bali United asal Belanda, Sylvano Comvalius, menutup Liga 1 Indonesia dengan 37 gol setelah mencetak dua gol kedua gawang Persegres Gresik

Sylvano Comvalius Hengkang Dari Bali United? Pieter Tanuri: Hari Ini Ketemu Lagi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sylvano Comvalius 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Striker Bali United asal Belanda, Sylvano Comvalius, menutup Liga 1 Indonesia dengan 37 gol setelah mencetak dua gol kedua gawang Persegres Gresik United, Minggu (12/11) malam di Stadion Dipta Gianyar.

Namun, mesin gol dengan ciri khas berewok ini belum dipastikan tetap berseragam Bali United musim depan.

Setelah Irfan Bachdim memastikan tetap di Bali United juga beberapa pemain penting, hanya Comvalius yang belum.

Baca: Bali United Tutup Musim Runner Up Liga, Gema The Real Champion Kian Bergemuruh di Stadion Dipta

Owner Bali United Pieter Tanuri menyatakan, nasib Comvalius akan ditentukan, Senin (13/11) siang. Pieter Tanuri akan kembali bernegosiasi dengan Comvalius.

"Kita belum mendapat kepastian. Esok (hari ini, red) ketemu lagi. Kita berpikir Bali ini untuk selamanya. Tidak ingin memaksakan. Besok jika kemungkinan negosiasi gagal, berarti gagal,"  kata Pieter Tanuri, usai laga semalam.

"Semua pemain yang kita inginkan sudah nyatakan komitmen. Satu-satunya yang belum adalah Comvalius. Saya coba mempertahankan dia, kita lihat besok (hari ini red)," tambahnya.

Sementara di sisi lain, Comvalius menyiapkan 33 t-shirt berwarna putih yang bergambar wajah dirinya di bagian depan. Karikatur itu bertulis nama semua pelatih dan pemain Bali United di depannya.

T-shirt itu dibagikan kepada semua pemain usai laga kemarin di Dipta. Apakah ini isyarat Comvalius berpisah dengan Bali United?

Sinyal kepergian dia pergi sangat kuat.

"Saya berpikir masih muda baru 33 tahun. Dan saya tentu mengutamakan karir sepakbola saya. Di Indonesia, politik mencampuri sepak bola,"  kata Comvalius, kemarin.

Pemain yang banyak dilirik klub-klub Malaysia ini menjelaskan, takut jika kembali menjalani kompetisi di Indonesia, dan federasi kembali disanksi dan berpengaruh terhadap gaji pemain.

(*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help