TribunBali/
Home »

Bali

Perangkat Desa Pakraman Kerap Dijadikan Target Penindakan Tim Saber Pungli, Begini Rencana MUDP

Tim sapu bersih (saber) pungutan liar (pungli) dianggap kerap menjadikan perangkat desa pakraman sebagai target operasi pungli.

Perangkat Desa Pakraman Kerap Dijadikan Target Penindakan Tim Saber Pungli, Begini Rencana MUDP
Tribun Bali/AA Gede Putu Wahyura
Pasamuhan Agung VI Majelis Desa Pakraman (MDP) Bali akan dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Rabu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim sapu bersih (saber) pungutan liar (pungli) dianggap kerap menjadikan perangkat desa pakraman sebagai target operasi pungli.

Karena itu, dalam pertemuan Pesamuhan Agung VI Majelis Desa Pakraman (MDP) Bali pada Rabu (15/11) besok akan membahas soal hal tersebut.

Ketua Majelis Utama Desa Pakraman yakni Bendesa Agung Jero Gede Suwena Putus Upadesa heran akhir-akhir ini bendesa dan aparat desa pakraman dijadikan target penindakan tim saber.

Karena itu, dalam Pesamuhan Agung VI yang akan dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, Art Center, ini masalah pungutan tersebut akan dibahas dan akan menjadi isu yang paling strategis.

“Kalau manusia melakukan pungutan tanpa ada dasar hukum dan tanpa ada tujuan memungut untuk siapa itu pungli, itu premanisasi itu. Tapi kalau pungutan dari desa pakraman kan ada peraremnya, jelas. Ini kita perlu duduk bersama antara Tim Saber Pungli termasuk boleh enggak desa pakraman memungut? Kalau menurut saya boleh, sepanjang bukan untuk kepentingan pribadi dan aturannya ada,” ujar Suwena di kantor MUDP Disbud Pemprov Bali, Senin (13/11).

Menurutnya, pemahaman tentang pungli oleh tim sapu bersih pungli kadang-kadang masih bingung.

Menurutnya dalam Perpres 87/2015 tentang pungli sasarannya adalah penyelenggara negara seperti pemerintahan, administrasi kependudukan, di bidang permendikbud tentang komite.

Sedangkan menurutnya desa pakraman bukan penyelenggara negara karena menurpakan lembaga non pemerintahan.

“Kenapa sasarannya ke desa pakraman? Saya patut mencurigai ada apa ini kenapa sasarannya desa pakraman? Saya sampai nyari rumus kamus besar tentang liar. Liar itu tidak diatur, tak pakai aturan, sedangkan hukum adat ini diakui. Inilah perlu kita sampaikan terutama orang petugas saber pungli,” ujarnya dengan nada tinggi.

Ia mencontohkan ketika Desa Pekraman memiliki pasar apakah Desa Pakraman tidak boleh memungut pajak dari pasar tersebut, karena aset tersebut adalah milik desa pakraman.

Halaman
123
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help