TribunBali/
Home »

Bali

Perangkat Desa Pakraman Kerap Dijadikan Target Penindakan Tim Saber Pungli, Begini Rencana MUDP

Tim sapu bersih (saber) pungutan liar (pungli) dianggap kerap menjadikan perangkat desa pakraman sebagai target operasi pungli.

Perangkat Desa Pakraman Kerap Dijadikan Target Penindakan Tim Saber Pungli, Begini Rencana MUDP
Tribun Bali/AA Gede Putu Wahyura
Pasamuhan Agung VI Majelis Desa Pakraman (MDP) Bali akan dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Rabu. 

Ia juga mencontohkan desa pakraman juga melakukan pungutan kepada krama tamiu (orang luar Bali yang tinggal di Bali) semata-mata untuk masyarakat agar tertib.

“Boleh tidak orang luar dipungut? Ini dipungut kan untuk merehabilitasi dampak dari krama tamiu. Baik sekala dan niskala, sekala misalnya perbaikan jalan, got dan sebagainya. Ataukah keamananya dijaga. Ini dilakukan dalam rangka merehabilitasi, ini sekali lagi semangatnya untuk menjaga desa tersebut,” jelasnya.

Ia geram menyusul adanya surat edaran dari seorang bupati di Bali mengenai larangan bagi desa pakraman untuk melakukan pungutan.

Padahal, pungutan dari desa pakraman yang sudah didasari peraturan berupa awig-awig, perarem dan lainnya tidak bisa dikatakan sebagai pungutan liar.

Ia mengatakan sepanjang objeknya jelas, tempatnya jelas, tata caranya jelas, penggunaannya jelas, pertanggungjawaban pun jelas berarti tidak liar.

Namun ia mengatakan hal ini hanya perlu didiskusikan dengan semua pihak, termasuk Tim Saber Pungli jangan sampai sedikit-sedikit desa pakraman disalahkan.

Ketua Panitia Pasamuhan Agung VI, Luh Riniti Rahayu mengatakan bahwa pasamuhan ini mengangkat tema “Penguatan Eksistensi Desa Pakraman Menghadapi Tantangan Global” yang juga akan dibahas mengenai kekerasan dan perkawainan dini yang sebagian besar kecelakaan terjadi di Bali selain pungli.

Acara ini antaralain dihadiri prajuru Majelis Alit Desa Pakraman, Majelis Madya Desa Pakraman, Majelis Utama Desa Pakraman Bali, serta OPD terkait seperti Polda Bali, Korem 163 Wirasatya, perguruan tinggi, PHDI se-Bali, WHDI, KMHDI, Peradah, Sabha Yowana dan LSM Anak.

“Total peserta kurang lebih 300an orang. Pasamuhan Agung ini hanya mendiskusikan hasil-hasil FGD yang sudah dilakukan sebelumnya,” ujarnya.

“Banyak sekali permasalahan, tapi ada 3 materi pokok yang nanti akan dibahas. Pertama, tentang eksistensi desa pakraman itu sendiri menyangkut tanah ulayat, saber pungli, dan bagaimana desa pakraman sebagai subjek hukum. Kedua, integritas prajuru dan ketiga, perlindungan anak,” jelasnya.

Halaman
123
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help