TribunBali/
Home »

Bali

Truk Kelebihan Muatan Melintang di Baypass Denpasar-Gilimanuk, Sopir: Injak Rem Tapi Tak Berfungsi

Sebuah truk dengan nomor polisi DR 8526 A melintang di Baypass Denpasar-Gilimanuk tepatnya di sebelah barat patung Adipura wilayah Pesiapan

Truk Kelebihan Muatan Melintang di Baypass Denpasar-Gilimanuk, Sopir: Injak Rem Tapi Tak Berfungsi
Tribun Bali/I Made Argawa
Truk melintang di Baypass Denpasar-Gilimanuk di wilayah Pesiapan. Truk pengangkut pakaian itu mengalami rem blong karena kelebihan muatan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebuah truk dengan nomor polisi DR 8526 A melintang di Baypass Denpasar-Gilimanuk tepatnya di sebelah barat patung Adipura wilayah Pesiapan pada Selasa (14/11/2017).

Truk yang mengangkut pakaian jadi dari Surabaya ke Denpasar kelebihan muatan sebanyak dua ton.

Sopir truk, Sugiono (60) asal Banyuwangi menyebutkan, truknya mengalami rem blong saat di jalan tanjakan sekitar pukul 05.30 Wita.

"Saat jalan, di depan ada kendaraan berhenti. Saya juga mengerem kendaraan tapi saat itu tidak berfungsi dan mundur, " katanya Sugiono.

Saat truk yang memiliki kapasitas angkut seberat delapan ton itu mundur, Sugiono menyebutkan, di belakangnya sepi kendaraan.

Ia pun membanting setir kendaraan ke kiri. Hingga truk melintang dan roda belakang sebelah kiri merusak trotoar hutan kota Tabanan.

"Syukur saat itu lalu lintas sepi dan di belakang saya tidak ada kendaraan lain, " terangnya.

Pria yang telah menjadi supir truk sejak tahun 1978 itu menerangkan jika dirinya mendapatkan bayaran Rp 2,3 juta untuk mengangkut pakaian jadi seberat 10 ton dari Surabaya.

Selain mengangkut barang dari Jawa ke Bali, Sugiono mengaku sering membawa barang hingga ke Kalimantan hingga Sulawesi. Untuk ke Kalimantan ia biasanya mendapatkan ongkos angkut hingga Rp 26 juta.

"Saya sendiri saja, untuk kondektur belum bisa ngajak karena bayaran kecil, " terangnya.

Untuk angkutan truk yang melebihi kapasitas kendaraan, Sugiono tidak bisa bicara banyak, cuma menyebutkan hal itu dilakukan agar dapat tambahan ongkos angkut.

Kasatlantas Polres Tabanan AKP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak perihal angkutan yang melebihi kapasitas angkut. Hal itu karena Tabanan tidak memiliki jembatan timbang.

"Adanya hal ini akan jadi laporan ke jembatan timbang di Jembrana," ujarnya.

AKP Citra Dewi menyebut, jalur di wilayah Tabanan yang berkelok dan banyak tanjakan memang rentan terjadi kecelakaan serta mogok kendaraan. Apalagi truk pengangkut barang yang kelebihan muatan. (*)

Penulis: I Made Argawa
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help