PT Hardys Retailindo Pailit

Arta Sedana Masih Pakai Nama Hardys

Proses akuisisi ini terjadi setelah pemilik PT Hardys Retailindo, I Gede Agus Hardiawan, tak mampu bayar utang di Bank Muamalat.

Arta Sedana Masih Pakai Nama Hardys
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Suasana Supermarket Hardys Panjer, Denpasar, Minggu (19/11/2017), nampak sedikit kendaraan yang berada di areal parkir 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah dipailitkan, saham PT Hardys Retailindo dibeli oleh PT Arta Sedana Retailindo.

Proses akuisisi ini terjadi setelah pemilik PT Hardys Retailindo, I Gede Agus Hardiawan, tak mampu bayar utang di Bank Muamalat.

Baca: Kerajaan Bisnis Ritel Gede Hardi Pailit, Tak Pernah Menyangka 6 Hal Ini Sebab dan Akibatnya

Baca: Prihatin Hardys Alami Pailit, Aprindo Bali Ungkap 3 Poin Penting Permasalahan Pengusaha Ritel

“Pada salah satu bank kami tidak mampu bayar, kemudian bank tersebut sesuai peraturan meminta kami menyerahkan aset dan jaminan secara sukarela. Kami macet di Bank Muamalat, maka 13 outlet kami diambil oleh Bank Muamalat ini. Kemudian bank menjual ke PT Arta Sedana ini,” ujar Gede Hardi, Minggu (19/11/2017).

Dari 18 toko yang dimiliki Gede Hardi, 13 toko diakusisi oleh Arta Sedana. Semua toko yang diakusisi berada di Bali.

Adapun lima outlet Hardys masih menjadi milik Gede Hardi, namun semuanya telah dikuasai kurator.

"Saya satu rupiah pun tidak boleh mengambil uang dan harus melapor,” tegasnya.

Ia pun berharap gajinya setelah Hardys pailit bisa disetujui oleh majelis hakim.

Sementara President Director PT Arta Sedana Retailindo, Agoes P. Adhie, membantah akuisisi karena Hardys pailit.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help