TribunBali/

PT Hardys Retailindo Pailit

Kerajaan Bisnis Ritel Gede Hardi Pailit, Tak Pernah Menyangka 6 Hal Ini Sebab dan Akibatnya

Awal modal yang dibutuhkan Hardi untuk membangun Hardys hanya Rp 250 juta, yang ia dapatkan dari menjadi broker properti.

Kerajaan Bisnis Ritel Gede Hardi Pailit, Tak Pernah Menyangka 6 Hal Ini Sebab dan Akibatnya
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa/Istimewa
Suasana Supermarket Hardys di Panjer, Denpasar, Minggu (19/11/2017) siang. Di dalam supermarket tampak sepi pembeli dan hanya ada satu kasir. Inzet: I Gede Agus Hardiawan, Pemilik PT Hardys Retailindo 

Gede Hardi mengusung konsep properti multiuse, dengan komersial di depan dan di belakangnya residensial.

“Satu titik itu luasannya ada 11 hektare ada 14 hektare yang salah satunya di Kampial,” sebutnya.

Namun semua Hardys Land ini mangkrak, setelah sektor properti mangkrak dan terkoreksi berat.

Menurutnya, di Bali saja koreksi sektor properti (-30) persen sampai  75 persen.

Ia kemudian menyadari sikap ekspansifnya ini membawa petaka.

“Tapi memang dari awal karakter saya seperti itu, sangat ekspansif,” katanya.

2.   Salah prediksi dengan lesunya ekonomi

Ia pun mengaku salah prediksi dengan lesunya ekonomi beberapa tahun belakangan, dan terkoreksinya sektor properti.

“Kalau ekonomi membaik mungkin jual dua titik utang sudah lunas,” katanya.

Awalnya, kata dia, ada dua krediturnya yang mendaftarkan pihaknya pailit pada 14 Agustus 2017.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help