PT Hardys Retailindo Pailit

Tak Hanya PT Hardys Retailindo yang Alami Pailit, Gede Hardi: Pribadi pun Kena Tembak

PT Hardys Retailindo kini diakusisi PT Arta Sedana Retailindo setelah mengalami kepailitan

Tak Hanya PT Hardys Retailindo yang Alami Pailit, Gede Hardi: Pribadi pun Kena Tembak
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa/Istimewa
Suasana Supermarket Hardys di Panjer, Denpasar, Minggu (19/11/2017) siang. Di dalam supermarket tampak sepi pembeli dan hanya ada satu kasir. Inzet: I Gede Agus Hardiawan, Pemilik PT Hardys Retailindo 

TRIBUN-BALI.COM- PT Hardys Retailindo kini diakusisi PT Arta Sedana Retailindo setelah mengalami kepailitan.

Kabar ini cukup mengegerkan publik terutama, masyarakat Bali.

Pemilik PT Hardys Retailindo, I Gede Agus Hardiawan mengakui kondisi tersebut kepada Tribun Bali, Minggu (20/11/2017).

Dengan lapang dada, dirinya mengatakan, Pengadilan Niaga telah mempailitkan tiga hal, yakni PT Hardys Retailindo, PT Group Hardys Holding Company, hingga mempailitkan Gede Hardi sebagai pribadi.

Sebab ia berutang dengan menggunakan personal guarantee (PG).

“Ya ini pelajaran buat rekan-rekan di Bali, bila memiliki utang jangan meneken PG. Saya bodoh dulu semua teken PG, makanya sekarang pribadi pun kena tembak,” keluhnya.

Terungkap pula, total utangnya Rp 2,3 triliun sedangkan total seluruh asetnya Rp 4,1 triliun dan hal ini dinilai oleh bank.

Utang ini didapatkan dari 20 bank, baik bank nasional maupun bank asing.

Hingga saat ini Hardys memiliki 18 outlet di Bali dan beberapa wilayah Jawa Timur seperti Jember, Probolinggo, dan Banyuwangi.

Namun outlet yang masih buka di Jatim hanya di Probolinggo dan Banyuwangi, sedang outlet lainnya di Jatim sudah tutup.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help