Gunung Agung Terkini

Desanya Dihujani Abu Vulkanik Gunung Agung, Sadia: Sejak Letusan Pertama Jarang Tidur, Kita Ngungsi

Matanya merah lantaran kurang tidur, dan kena abu vulkanik. Sadia sapaanya mengaku, hampir 5 hari tak tidur dikarenakan kondisi Gunung Agung.

Desanya Dihujani Abu Vulkanik Gunung Agung, Sadia: Sejak Letusan Pertama Jarang Tidur, Kita Ngungsi
Kolase Tribun Bali
Pengungsi dan erupsi kedua Gunung Agung, Sabtu (25/11) 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Ni Made Sadia (49), warga Banjar Tihingan Seka, Desa / Kecamatan Bebandem, wajahnya terlihat pucat.

Matanya merah lantaran kurang tidur, dan kena abu vulkanik. Sadia sapaanya mengaku, hampir 5 hari tak tidur dikarenakan kondisi Gunung Agung.

Ditemui Tribun Bali di Balai Masyarakat, Minggu (26/11), Sadia mengaku dirinya tidak tidur sejak selasa malam.

Erupsi Gunung pertama jadi penyebab. Hujan abu vulkanik hingga ke kampung. Bau belerang mulai tercium. Tanda - tanda itu, katanya, menjadi fikiran sejak berapa hari.

"Dari selasa malam kepikiran Gunung Agung. Setiap malam pasti nggak dapat tidur. Sedangkan pagi - siang hari beraktivitas biasa. Memberi pakan ternak, bercocok tanam, memasak,"ungkap Sadia.

Sadia sapaannya mengaku setiap hari begadang bersama keluarganya di rumah. Ini dilakukan untuk mengantisipasi.

Khawatir Gunung Agung meletus lagi, dengan kekuatan cukup keras. Makanya sekeluarga tetap waspada dan hati-hati. Tidak boleh lengah pada malam hari.

Ditambahkan, kegiatan yang dilakukan saat begadang yakni lihat TV. Nonton film atau berita terkait kondisi Gunung terkini.

Biasanya begadang sampai jam 05.00 wita. Setelah begadang masak nasi, lalu beraktivitas seperti biasa. Yakni beri pakan ternak dan bercocok tanam.

"Sejak letusan pertama jarang dapat tidur. Sekarang kemungkinan mengungsi biar dapat istirahat maksimal. Untuk sementara saya bersama keluarga mengungsi ke Balai Masyarakat Desa Bebandem. Nanti kita pindah kalau kondisi makin parah," janjinya.

Saat ini, akuinya, kondisi sekitar Tihingan Seka meprihatinkan. Abu vulkanik cukup tebal. Bau belerang dari Gunung Agung sudah sampai di Bebandem.

Baunya tercium sangat keras. Sebagian warga tak kuat menghirup bau belerang. Katanya ada yang pingsan gara-gara belerang. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved