TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

Dokter Beberkan Ancaman Serius Bahaya Material Debu Vulkanik Gunung Agung, Zat Ini Paling Berbahaya

Letusan abu vulkanik dari aktivitas gunung berapi Agung, menjadi ancaman serius bagi kesehatan paru-paru masyarakat terdampak

Dokter Beberkan Ancaman Serius Bahaya Material Debu Vulkanik Gunung Agung, Zat Ini Paling Berbahaya
Tribun Bali / Kolase
masker 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Irma Budiarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Letusan abu vulkanik dari aktivitas gunung berapi Agung, menjadi ancaman serius bagi kesehatan paru-paru masyarakat terdampak letusan.

Hal ini disebabkan adanya kandungan silica dalam material abu vulkanik tersebut.

Silica merupakan partikel terkecil dari abu vulkanik. Ukurannya kurang dari 10 mikron.

Dengan ukuran tersebut, silica tidak dapat dilihat secara kasat mata.

Gunung Agung mengeluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11). Menurut Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terdapat dua lubang didalam kawah yang menghasilkan asap tebal berwarna putih dan asap pekat berwarna kelabu
Gunung Agung mengeluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11). Menurut Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terdapat dua lubang didalam kawah yang menghasilkan asap tebal berwarna putih dan asap pekat berwarna kelabu (Tribun Bali / Rizal Fanany)

Menurut keterangan dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan penyakit paru-paru RSUP Sanglah, Denpasar, dr. I Made Bagiada, bahaya terberat jika menghirup material abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi Agung adalah rusaknya sistem jaringan paru-paru.

Bahaya silica jika terhirup tentu dapat mengganggu sistem saluran pernapasan. Kesehatan paru-paru orang yang terdampak abu vulkanik patut dikhawatirkan.

"Dalam abu vulkanik terdapat kandungan silica yang berbahaya. Jika masyarakat sampai menghirup abu vulkanik dari letusan gunung berapi, ," tuturnya.

"Silica itu semacam bahan pemotong kaca yang tajam. Jadi, jika sampai masuk ke paru-paru, akan melukai organ tubuh yang palung dalam. Hal ini sangat berbahaya bagi tubuh. Baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang," terangnya.

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pengamatan PVMBG Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem. Dimana Gunung Agung alami letusan magmatik yang disertai awan keabu-hitaman setinggi 3.000 meter. Foto diambil sekitar pukul 07.45 WITA. (TRIBUN BALI/ZAENAL NUR ARIFIN).
Penampakan Gunung Agung dari Pos Pengamatan PVMBG Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem. Dimana Gunung Agung alami letusan magmatik yang disertai awan keabu-hitaman setinggi 3.000 meter. Foto diambil sekitar pukul 07.45 WITA. (TRIBUN BALI/ZAENAL NUR ARIFIN). (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

dr. Bagiada menambahkan, muntahan abu vulkanik gunung berapi mengandung racun.

Hal ini karena adanya beberapa zat dan gas panas yang terkandung di dalam.

"Abu vulkanik mengandung zat dan gas panas seperti belerang, karbondioksida, karbon monoksida, sulfur, sulfur dioksida, serta kandungan zalt lainnya," jelasnya.

Masker
Masker ()

Menurutnya, abu vulkanik dari letusan Gunung Berapi Agung patut diwaspadai oleh warga terdampak erupsi.

Hal ini karena tidak hanya mengganggu kesehatan, material abu tersebut juga dapat mengakibatkan kematian. (*)

Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help