TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

Erupsi Gunung Agung Tiga Hari Lalu, PVMBG Ungkap Soal Material Abu Vulkanik, Ini Hipotesisnya

Gunung Agung terpantau mengalami penurunan aktivitas semburan abu vulkanik dalam beberapa hari terakhir.

Erupsi Gunung Agung Tiga Hari Lalu, PVMBG Ungkap Soal Material Abu Vulkanik, Ini Hipotesisnya
Tribun Bali/Rizal Fanany
Gunung Agung mengeluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA – Gunung Agung terpantau mengalami penurunan aktivitas semburan abu vulkanik dalam beberapa hari terakhir.

Namun hal itu tidak mengindikasikan aktivitas vulkanik Gunung Agung ikut mereda.

Terkait telah dikirimnya sampel material abu vulkanik yang jatuh saat erupsi freatik beberapa waktu lalu untuk dianalisis di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi di Yogyakarta dan Bandung.

Baca : 7 Aktivitas Vulkanik Terkini Gunung Agung, PVMBG Ungkap Fenomena Guratan Berwarna Coklat Ini

Baca : Tiga Fakta Terkait Abu Vulkanik Gunung Agung, dari Ancaman Hingga Manfaat Jangka Panjang Bagi Petani

Abu vulkanik masih terlihat di atap rumah warga dengan latarbelakang Gunung Agung di Desa Sibetan, Karangasem, Bali, Indonesia, Jumat (1/12/2017).
Abu vulkanik masih terlihat di atap rumah warga dengan latarbelakang Gunung Agung di Desa Sibetan, Karangasem, Bali, Indonesia, Jumat (1/12/2017). (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana menyatakan, timnya telah melakukan penelitian secara internal.

Hasil hipotesis PVMBG menerangkan, bahwa erupsi tiga hari yang lalu merupakan erupsi freatik, karena tidak adanya kegempaan vulkanik yang besar terdeteksi di seismograf pos pengamatan Gunungapi Agung, Rendang, Karangasem.

"Sampai saat ini hipotesis kami adalah freatik karena kita tidak melihat ramp up (peningkatan) kegempaan vulkanik yang signifikan sebelum terjadinya erupsi," jelasnya, Sabtu (2/12).

Gunung Agung mengeluarkan asap warna hitam dan putih saat mengalami erupsi magmatik, Senin (27/11/2017).  Kepulan asap dua warna tersebut terus membumbung tinggi setinggi 3.000 meter dari puncak Gunung Agung, sejak pagi hingga petang.
Gunung Agung mengeluarkan asap warna hitam dan putih saat mengalami erupsi magmatik, Senin (27/11/2017). Kepulan asap dua warna tersebut terus membumbung tinggi setinggi 3.000 meter dari puncak Gunung Agung, sejak pagi hingga petang. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Pihaknya menerangkan, erupsi freatik merupakan uap dari magma yang berinteraksi secara langsung dengan air yang ada di bawah permukaan pada sistem hidrothermal.

 Curah hujan tinggi di permukaan kawah bukan menjadi faktor utama terjadinya erupsi freatik.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help