TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

Tiga Fakta Terkait Abu Vulkanik Gunung Agung, dari Ancaman Hingga Manfaat Jangka Panjang Bagi Petani

Erupsi gunung Agung di tahun 2017 , hingga saat ini masih menunjukan indeks Volcanic Explosivity Index (VEI) kurang dari II.

Tiga Fakta Terkait Abu Vulkanik Gunung Agung, dari Ancaman Hingga Manfaat Jangka Panjang Bagi Petani
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Seorang Warga Selat, Karangasem tampak beraktivitas seperti biasa, meskipun Gunung Agung hingga Selasa (27/11/2017) masih mengeluarkan abu vulkanik. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA -  Erupsi gunung Agung di tahun 2017 , hingga saat ini masih menunjukan indeks Volcanic Explosivity Index (VEI) kurang dari II.

Letusan terbesar terjadi, Selasa (28/11) sore lalu yang diikuti dengan tremor overscale hingga melontarkan batu di sisi utara gunung Agung.

Aliran Lahar Dingin Gunung Agung
Aliran Lahar Dingin Gunung Agung (Kolase Tribun Bali)

Material yang dikeluarkan oleh gunung agung hingga saat ini masih didominasi oleh abu vulknik.

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana menjelaskan, abu vulkanik pada umumnya memilki dua dampak, yakni jangka pendek dan jangka panjang.

Seorang Warga Selat, Karangasem tampak beraktivitas seperti biasa, meskipun Gunung Agung hingga Selasa (27/11/2017) masih mengeluarkan abu vulkanik.
Seorang Warga Selat, Karangasem tampak beraktivitas seperti biasa, meskipun Gunung Agung hingga Selasa (27/11/2017) masih mengeluarkan abu vulkanik. (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

Berikut deretan fakta-fakta abu vulkanik dalam jangka pendek maupun panjang:

1.      Dalam jangka pendek sifat abu vulkanik yang mengandung asam dapat merusak tanaman  

Jangka pendeknya, abu vulkanik yang bersifat asam dapat merusak tanaman. Tumbuh-tumbuhan hortikultura petani akan mati dan mengering, karena terpapar abu  vulkanik yang memiliki suhu panas di atas normal.

" Tanaman akan mengering dan mati ketika terpapar abu vulkanik. Selain itu, makanan yang terpapar abu vukanik pun dapat menyebabkan gangguan pencernaan," jelas Devy.

masker
masker (Tribun Bali / Kolase)

2.      Abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan

Selain itu, jika terhirup abu vulkanik akan menyebabkan gangguan pernafasan dan bahkan menyebabkan gatal ketika terkena kulit.

Warga menonton banjir lahar dingin yang menerjang Sungai Yeh Sah, Rendang, Karangasem, Kamis (30/11/2017)
Warga menonton banjir lahar dingin yang menerjang Sungai Yeh Sah, Rendang, Karangasem, Kamis (30/11/2017) (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

3.      Di balik ancaman bahaya abu vulkanik, ternyata mampu menyuburkan lahan pertanian

Namun demikan, berbeda halnya dengan dampak jangka panjangnya. Menurut Devy, dalam jangka panjang abu vulkanik merupakan berkah dan investasi bagi masyarakat.

Abu vulkanik beserta partikel dan zat yang dikandungnya membuat lahan pertanian menjadi subur.

Bahkan, kesuburan ini akan bertahan hingga puluhan tahun kedepannya.

"  Abu vulkanik ini kedepannya adalah berkah bagi masyarakat. Kita akan dianugrahi tanah yang subur, hingga puluhan tahun kedepannya," jelas Devy. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help