TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

5 Dampak Erupsi Gunung Agung Yang Tengah Dirasakan Secara Nyata Oleh Masyarakat Bali

Erupsi Gunung Agung berdampak besar bagi dunia pariwisata di Bali. Dampaknya pun mulai terasa kini

5 Dampak Erupsi Gunung Agung Yang Tengah Dirasakan Secara Nyata Oleh Masyarakat Bali
Kolase Tribun Bali
Pariwisata di Bali pasca Erupsi Gunung Agung Sepi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Erupsi Gunung Agung berdampak besar bagi dunia pariwisata di Bali.

Dampaknya pun mulai terasa kini terutama akan adanya 5 Hal berikut ini :

1.      Adanya Pemotongan Jam Kerja Karyawan

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (akrab dipanggil Cok Ace) membenarkan adanya pemotongan jam kerja karyawan di hotel-hotel. Menurutnya ini lebih baik daripada harus PHK. Setidaknya kini sudah ada sekitar 1.000 hotel di Bali yang melakukannya

2.      Uang Servis Karyawan Dikurangi

Adanya pengurangan jam kerja berdampak pada uang servis karyawan. Pemotongan ini berupa hari kerja yang sebelumnya 6 hari seminggu menjadi hanya 3 hari kerja sehingga uang servis pun berkurang. Yang paling terkena dampaknya adalah karyawan kontrak dan tenaga training.

Objek wisata favorit di Bali, Pantai Kuta, Badung, tampak sepi pada Selasa (5/12). Kunjungan wisatawan ke Bali berkurang akibat erupsi Gunung Agung, hingga menyebabkan ribuan hotel memotong jam kerja para karyawan.
Objek wisata favorit di Bali, Pantai Kuta, Badung, tampak sepi pada Selasa (5/12). Kunjungan wisatawan ke Bali berkurang akibat erupsi Gunung Agung, hingga menyebabkan ribuan hotel memotong jam kerja para karyawan. (Tribun Bali/Hisyam Mudin)

3.      Bandara Ditutup Okupansi Hotel Anjlok

Ketika Gunung Agung erupsi yang berdampak pada penutupan bandara beberapa hari, sehingga sejumlah hotel langsung anjlok tingkat okupansinya.Okupansi hotel berbintang di Ubud, misalnya, hanya 20 hingga 22 persen karena terkena dampak ikutan erupsi. Bahkan okupansi homestay di Ubud hanya 5 hingga 8 persen.Sedangkan kawasan seperti Kuta dan Nusa Dua, okupansi hotel berbintang tinggal 30 persen dan hotel non-bintang hanya 8 sampai 10 persen. Padahal bulan Desember memasuki peak season.

Petugas Bandara Ngurah Rai
Petugas Bandara Ngurah Rai (Tribun Bali / Rizal Fanany)

4.      Berharap Jangan Ada PHK

Cok Ace berharap hotel-hotel baik yang tergabung PHRI atau tidak untuk tidak panik agar tidak memberikan kesan kurang baik bahwa pariwisata Bali terpuruk. “Kalau melakukan PHK kok terlalu prematur ya, karena erupsi Gunung Agung juga belum begitu lama,” jelasnya.

Beberapa longchair di Pantai Geger tampak kosong, payung dan bed-nya dikemas lebih awal dari hari-hari biasanya karena kunjungan wisatawan yang sangat sepi, Senin (4/12).
Beberapa longchair di Pantai Geger tampak kosong, payung dan bed-nya dikemas lebih awal dari hari-hari biasanya karena kunjungan wisatawan yang sangat sepi, Senin (4/12). (Tribun Bali/Widyartha Suryawan)
Halaman
12
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help