Berkas Perkara Dinyatakan P21, Satu Troli Dilimpahkan ke Pengadilan, Setya Novanto Pun Tidak Berdaya

Diminta komentarnya soal berkas yang sudah P21, Setya Novanto bungkam dan memilih masuk dalam mobil tahanan.

Berkas Perkara Dinyatakan P21, Satu Troli Dilimpahkan ke Pengadilan, Setya Novanto Pun Tidak Berdaya
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Berkas tuntutan Setya Novanto tiba di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/12/2017). 

Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas penyidikan tersangka korupsi pengadaan KTP elektronik atau e-KTP Ketua DPR RI Setya Novanto ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kemarin.

Berdasarkan pantauan Tribun, berkas itu tiba sekitar pukul 15.30 WIB.

Berkas penyidikan tersebut terdiri dari 3 bundel buku yang sangat tebal. Belum diketahui berapa halaman perkara tersebut.

Fadli Zon dan Fahri Ditolak

Soal terbatasnya tamu yang bisa mengunjungi Setya Novanto di Rutan Merah Putih, KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, hingga kini masih menjadi perdebatan.

Hal ini terus diprotes oleh kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Alasannya karena sejauh ini yang boleh diizinkan membesuk Novanto hanya kuasa hukum dan istri dari Ketua DPR RI tersebut.

"Semua sahabat dan kerabat tidak boleh membesuk. Yang boleh besuk hanya istri dan saya sebagai penasihat hukum, anaknya tidak boleh," kata Fredrich.

Fredrich melanjutkan hampir semua anggota DPR termasuk dua Wakil Ketua DPR yakni Fahri Hamzah dan Fadli Zon juga tidak boleh menjenguk.

"Termasuk Fahri dan Fadli Zon semuanya ditolak, tidak diizinkan. Petinggi Golkar juga tidak boleh ketemu. Soal alasannya kenapa banyak ditolak ya tanyakan saja ke mereka (KPK). Mereka kan punya kuasa like dan dislike. Mereka suka ya diizinkan, saya sudah tanya mereka bilang gak ada alasan itu saja," ujar Fredrich.(eri/ter/wly)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help