TribunBali/
Home »

Bali

Dua Siswi SMK di Tabanan Kepergok Lakukan Hal Tak Terpuji, Ini Pengakuan Keduanya

Dua orang remaja berinisial Ri (15) dan Me (16) yang mengaku berasal dari Kecamatan Penebel diamankan saat lakukan aksi tak terpuji

Dua Siswi SMK di Tabanan Kepergok Lakukan Hal Tak Terpuji, Ini Pengakuan Keduanya
Istimewa
Kedua pelaku pencurian helm (duduk) di Kebontingguh Tabanan, Kamis (7/12/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Dua siswi kepergok melakukan aksi pencurian helm di dekat LPD Desa Adat Kebontingguh,  Desa Denbantas,  Tabanan ditangkap warga di Banjar Cemagi sekitar pukul 10.30 wita, Kamis (7/12/2017).

Kasus pencurian oleh dua orang remaja yang mengaku pelajar SMK swasta di Tabanan itu sempat ramai di media sosial.

Seorang saksi yang mencegat dua orang pelaku saat melintas di jalan Kebontingguh-Cemagi-Bakisa, yakni Made Mudita (49) mendapatkan informasi terjadinya pencurian dari saluran radio amatir. 

Baca: Luh Kariani Ungkap Kadek Adi Kerap Lakukan Hal Buruk ini, Kaki Sang Istri Dipotong Suaminya Sendiri

"Setelah dapat info saya jaga di jalan bersama anak, katanya lewat jalan kecil yang kebetulan berada di depan rumah," katanya,  Kamis (7/12/2017). 

Setelah dijaga beberapa saat,  guru Bahasa Indonesia di SMAN 2 Tabanan itu akhirnya melihat dua remaja mengendarai sepeda motor scoopy warna merah.

Ia pun meminta keduanya menghentikan laju kendaraan.  

"Awalnya mereka tidak mengaku, akhinya saya hubungi pecalang lain,  setelah dipastikan oleh pecalang, akhirnya mengaku," ujarnya.  

Dua orang remaja berinisial Ri (15) dan Me (16) yang mengaku berasal dari Kecamatan Penebel itu mengaku mencuri helm, karena helmnya hilang.

"Awalnya bilang hilang di Hardys, selanjutnya bilang hilang di Gerokgak. Bilangnya helm mereka hilang," ujar anak Mudita, I Made Dika Pramadita yang ikut mencegat pelaku pencurian.  

Keduanya diketahui lakukan aksi tak terpuji berawal ketika kedua pelaku kedapatan mengambil helm nasabah LPD Desa Adat Kebontingguh.

Setelah ketahuan keduanya kabur ke arah utara, saat itu pelaku langsung menggunakan helm curian.  

"Karena pelaku masih kecil dan korban tidak ingin memperpanjang kasus, akhirnya keduanya dibiarkan pulang," kata Dika Pramadita. (*) 

Penulis: I Made Argawa
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help