TribunBali/
Home »

Bali

Memohon Keselamatan di Candi Jukut Paku Ubud, Tempat untuk Terhubung dengan Dunia Niskala

Pembangunan candi biasanya berhubungan dengan upaya masyarakat untuk menghubungkan diri antara orang yang meninggal dengan orang yang ditinggalkan.

Memohon Keselamatan di Candi Jukut Paku Ubud, Tempat untuk Terhubung dengan Dunia Niskala
Tribun Bali/Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari
Candi Jukut Paku Ubud 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Candi Jukut Paku merupakan candi yang terpahat di tebing sebelah barat Tukad Wos, Banjar Jukut Paku, Desa Singakerta, Ubud, Gianyar, Bali.

Tipe bangunan candi tidaklah monumental seperti halnya candi yang ditemukan di Gunung Kawi.

Tingginya kurang dari tiga meter.

Di sisi kiri dan kanan candi, terdapat cerukan yang bentuknya serupa tempat pertapaan.

Keberadaan ceruk ini seakan memperlihatkan fungsi kawasan Candi Tebing Jukut Paku sebagai tempat semadi.

“Candi pada umumnya merupakan tempat pemujaan. Hal ini dikarenakan candi adalah simbol dari gunung, yang sejak dulu dipercaya masyarakat sebagai wilayah yang suci. Menurut kepercayaan masyarakat, Candi Jukut Paku merupakan tempat memuja dewa yang disebut ‘betara sane melinggih ring Jukut Paku’ untuk memohon keselamatan,” jelas I Wayan Badra, peneliti Balai Arkeologi Denpasar.

Hingga saat ini pun Candi Jukut Paku masih menjadi tempat yang dianggap memiliki nilai religius bagi masyarakat setempat.

Bahkan candi ini juga memiliki rangkaian piodalan yang dirayakan pada Anggara Kasih Medangsia, bersamaan dengan piodalan di Pura Penataran Banjar Jukut Paku.

Saat piodalan, masyarakat akan menghaturkan sesajen berupa suci, peras, daksina, soroan, pengambean, dan sesantun.

Selain sebagai pemujaan dewata, pembangunan Candi Jukut Paku diyakini merupakan tempat pemujan roh leluhur yang telah menyatu dengan dewa penitisnya.

Halaman
1234
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help