TribunBali/

Trump Akui Jerusalem Sebagai Ibukota Israel, Mengapa Ini Menjadi Sangat Kontroversial?

Keputusan Trump bakal memicu aksi demonstrasi yang berpotensi menimbulkan kekerasan di kedutaan dan konsulat AS.

Trump Akui Jerusalem Sebagai Ibukota Israel, Mengapa Ini Menjadi Sangat Kontroversial?
(AFP/Marina Passos)
Foto arsip yang diambil pada 11 Januari 2010 menunjukkan pemandangan udara Kota Tua Yerusalem. 

TRIBUN-BALI.COM, YERUSALEM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan Jerusalem sebagai ibu kota Israel. 

Dilansir dari CNN, pengumuman itu juga sebagai langkah memenuhi janji kampanyenya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Baca: Jokowi: Indonesia Mengecam Keras Pengakuan Sepihak AS atas Yerusalem

Baca: Menlu Soal Pengakuan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel : Sangat Berbahaya

Seperti diketahui, Israel dan Palestina mengklaim kota suci tersebut sebagai ibu kota mereka.

Keputusan Trump bakal memicu aksi demonstrasi yang berpotensi menimbulkan kekerasan di kedutaan dan konsulat AS.

Lalu, mengapa pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel menjadi sangat kontroversial?

Status final Jerusalem selalu menjadi salah satu hal tersulit dan menyulutkan pertanyaan sensitif dalam konflik Israel dan Palestina.

Jika AS mendeklarasikan Jerusalem sebagai ibu kota Israel, hal itu seakan menjawab pertanyaan tersebut secara sepihak.

Padahal, masalah tersebut akan berbenturan dengan konsensus internasional mengenai kota suci itu.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help