Trump Akui Jerusalem Sebagai Ibukota Israel, Mengapa Ini Menjadi Sangat Kontroversial?

Keputusan Trump bakal memicu aksi demonstrasi yang berpotensi menimbulkan kekerasan di kedutaan dan konsulat AS.

Trump Akui Jerusalem Sebagai Ibukota Israel, Mengapa Ini Menjadi Sangat Kontroversial?
(AFP/Marina Passos)
Foto arsip yang diambil pada 11 Januari 2010 menunjukkan pemandangan udara Kota Tua Yerusalem. 

Namun, pada Juli 1980, Israel melanggar kesepakatan dengan mendeklarasikan Jerusalem sebagai ibu kotanya.

Dewan Keamanan PBB mengecam pencaplokan Israel terhadap Jerusalem Timur dan menyatakan sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

Pada 2006, Kosta Rika dan El Savador menjadi negara terakhir yang memindahkan kedubesnya dari Jerusalem dan bergabung dengan 84 negara lainnya yang menempatkan kedubes di Tel Aviv.

Namun, beberapa negara masih memiliki konsulat di Jerusalem, termasuk AS, yang berada di sisi barat kota itu. Negara lain, seperti Inggris dan Perancis, memiliki konsulat di sisi timur Jerusalem. (*) 

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved