‘Trump Adalah Noktah Hitam Sejarah Peradaban Manusia’

Tindakan tidak bertanggungjawab ini bukan hanya menginjak-nginjak upaya perdamaian di Timur Tengah dan melukai hati umat Islam

‘Trump Adalah Noktah Hitam Sejarah Peradaban Manusia’
The Guardian/Anadolu Agency/Getty Images
Donald Trump 

TRIBUN-BALI.COM, BIAK - Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris mengutuk keras keputusan provokatif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Trump mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mempersiapkan pembukaan kedutaan AS di Yerusalem.

Menurut Fahira, apa yang dilakukan Trump adalah noktah hitam sejarah peradaban manusia.

Hal itu, kata Fahira, karena tindakan tidak bertanggungjawab ini bukan hanya menginjak-nginjak upaya perdamaian di Timur Tengah dan melukai hati umat Islam di seluruh dunia, tetapi juga berpotensi melahirkan bencana besar bagi kedamaian dunia.

Baca: Dulu Pernah Foto Bareng Trump, Kini Fadli Zon Mengecam Donald Trump Soal Yerusalem

Baca: Kota Yerusalem Sangat Penting Bagi Umat Dari 3 Agama, Ini Sejarahnya

Baca: Jokowi: Indonesia Mengecam Keras Pengakuan Sepihak AS atas Yerusalem

"Bencana dunia itu bernama Trump. Jika dia tetap ngotot merealisasikan keputusan provakatif ini, kelak lembaran sejarah dunia akan mencatatkan namanya sebagai salah satu tokoh yang menjadi noktah hitam dalam perabadan modern manusia. Warga dunia harus melawan keputusan ini," ujar Fahira Idris di sela-sela Kunjungan Kerja di Biak, Papua, Kamis (7/12/2017) kemarin.

Fahira mengatakan provokasi yang dilakukan Trump menunjukkan bahwa Presiden Amerika ke-45 ini tidak hanya mengoyak-ngoyak kesepakatan Dewan Keamanan PBB.

Ia menilai Trump juga memunggungi perjuangan dan komitmen negara-negara muslim dan negara-negara lain di dunia, dalam membantu kemerdekaan Palestina.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help