Penyesalan Mengejutkan Mantan Boss Facebook, Chamath: Saya Merasa Bersalah

Mantan pejabat eksekutif Facebook lagi-lagi angkat bicara soal dampak negatif jejaring sosial tersebut

Penyesalan Mengejutkan Mantan Boss Facebook, Chamath: Saya Merasa Bersalah
Istimewa/Wikipedia
Chamath Palihapitiya 

TRIBUN-BALI.COM - Mantan pejabat eksekutif Facebook lagi-lagi angkat bicara soal dampak negatif jejaring sosial tersebut.

Kali ini adalah Chamath Palihapitiya, pria yang bergabung di Facebook pada 2007 lantas menjadi Vice President User Growth Facebook.

"Saya merasa sangat bersalah. Kami telah menciptakan alat pemecah belah masyarakat," kata dia.

Hal tersebut ia ungkapkan di saat acara kelulusan mahasiswa Stanford School of Business. Selanjutnya. Chamath Palihapitiya juga mengajak masyarakat untuk rehat dari media sosial.

Kritik Chamat Palihapitiya sejatinya tak khusus menyasar Facebook, tetapi ekosistem online secara keseluruhan.

Ia menyayangkan ketika interaksi manusia di ranah online diukur melulu lewat ikon jempol, like, dan heart.

"Perputaran respons jangka pendek via media sosial menghancurkan tatanan masyarakat. Tak ada kerja sama, banyak informasi salah, dan tak benar yang beredar. Ini bukan masalah Amerika atau Rusia, ini adalah masalah global," ia menuturkan.

Ia kemudian mengingatkan soal insiden di India beberapa saat lalu. Pesan hoax berantai via WhatsApp berisi tuduhan terhadap tujuh orang sebagai penculik anak. Ujung-ujungnya tujuh orang itu dihukum mati, padahal sebenarnya tak bersalah.

"Bayangkan peristiwa tersebut dibawa ke cakupan lebih besar, ketika orang-orang jahat bisa memanipulasi sekelompok orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan," ia menjelaskan.

Secara pribadi Chamath Palihapitiya mengaku kini membatasi eksistensinya di Facebook.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help