Melarat di Pulau Surga

Gubuk Roboh Ditiup Angin, Keluarga Di Buleleng Ini Bersyukur Beras 3 Kg Masih Utuh

Air matanya pun menetes ketika mengetahui gubuk sederhana mereka telah roboh disapu angin kencang.

Gubuk Roboh Ditiup Angin, Keluarga Di Buleleng Ini Bersyukur Beras 3 Kg Masih Utuh
Tribun Bali / Ratu Ayu Astri Desiani
Putu Erik Yudiastika saat menunjukkan kondisi gubuknya yang roboh akibat diterjang angin kencang, Kamis (21/12/2017) sore. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Guratan kesedihan terpancar dari raut wajah Putu Erik Yudiastika (27) bersama istrinya Ketut Febrianingsih (18).

Pasutri asal Dusun Gunung Sekar, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng, ini diterpa musibah pada Rabu (20/12/2017).

Fenomena alam berupa angin kencang disertai hujan yang terjadi sejak dua hari belakangan ini membuat gubuk sederhana mereka yang terbuat dari atap jerami, berdinding bedek, serta berlantaikan tanah yang mereka gunakan sebagai tempat tinggal, roboh akibat disapu angin kencang.

Kini pasutri itu berharap agar bantuan dari pemerintah segera datang untuk memperbaiki istana kecil mereka.

Kepada Tribun Bali pada Kamis (21/12/2017) sore, Febrianingsih menuturkan, kejadian itu bermula saat dirinya baru saja keluar dari rumah bersama anak semata wayang mereka, untuk membeli sayur mayur di pasar.

Baru sekitar dua meter melangkah, angin kencang tiba-tiba datang dari arah selatan, dan langsung menyambar rumah mereka hingga roboh.

Melihat kejadian itu, Febrianingsih pun sontak berteriak dan langsung membawa anaknya untuk menyelamatkan diri ke rumah kakek suaminya, yang lokasinya tak jauh dari TKP.

"Suami saya sedang ke Tabanan waktu itu, ada upacara keagamaan. Hembusan angin kencang itu tiba-tiba datang dan langsung merobohkan rumah. Saya teriak dan langsung menggendong anak saya, lari ke rumah kakek," ucapnya.

Akibat kejadian ini, beberapa barang berharga seperti lemari pakaian, tempat tidur dan peralatan dapur milik mereka rusak berat.

Meski demikian, satu yang disyukuri oleh pasutri ini yaitu beras sebanyak 3 kilogram milik mereka masih tetap utuh, sehingga masih bisa digunakan untuk mengisi perut mereka.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help