TribunBali/

Cegah Difteri, Balita Wajib Imunisasi DPT

Bagaimana Pemerintah Provinsi Bali mencegah penyakit mematikan semakin meluas di Pulau Dewata?

Cegah Difteri, Balita Wajib Imunisasi DPT
SURYA/SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
VAKSINASI DIFTERI - Seorang siswa menjerit ketakutan saat akan disuntik vaksin Tetanus-Diphtheria Toxoid (Td) di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ahmad Yani, Jalan Kahuripan, Kota Malang, Senin (22/8/2016). Pemberian vaksin pada siswa ini untuk mecegah penularan penyakit Difteri yang telah menjangkiti enam siswa dan satu guru di sekolah tersebut. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tiga warga Bali suspect difteri.

Bagaimana Pemerintah Provinsi Bali mencegah penyakit mematikan semakin meluas di Pulau Dewata?

Baca: 3 Warga Bali Suspect Difteri Dirawat di RSUP Sanglah, Satu Wanita Hamil

Baca: Kenali Gejala Awal Penyakit Difteri, Ini yang Berbahaya Jika Menutup Tenggorokan!

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, menyatakan upaya pencegahan dan promosi kesehatan sudah disiapkan Bali untuk menghadapi wabah ini.

Dari segi pencegahan, akan dilihat dari cakupan imunisasi yang dilakukan. Pasalnya, pencegahan terbaik memang dari imunisasi difteri.

"Sementara ini cakupan dasar imunisasi di Bali baik ya, hampir 95 persen lebih. Sehingga perlindungan balita terhadap kasus ini baik. Kami tim provinsi dan kabupaten mempunyai tim yang menjaga dan memantau secara dini akan terjadinya kemungkinan kasus difteri ini," terangnya kepada Tribun Bali, kemarin.

"Kalau sampai ada satu pasien positif difteri, tentu kami akan lakukan out break respon imunitation itu tadi," tambahnya.

Berikutnya terkait promosi kesehatan, ini dimaksudkan menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.

Pasalnya, penyakit difteri ini menular tanpa mengenal jenis umur.

"Tapi kebanyakan sih pada anak-anak. Karena daya tahan tubuh anak-anak memang masih rendah," tandasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat Bali yang khususnya memiliki anak balita untuk melaksanakan imunisasi DPT (Difteri, Pertusis Tetanus).

Imunisasi DPT ini baisanya diberikan langsung pada anak baru lahir.

Di Bali rata-rata setiap tahun ada 67 ribu bayi lahir, namun Dinkes Provinsi Bali dengan Dinkes Kabupaten/Kota se-Bali sudah menganggarkan setidaknya sasaran imunisasi DPT pada balita sebanyak 230 ribu imunisasi pertahun.

Hal ini sebagai pencegahan wabah difteri di Bali. (*)

Penulis: Irma Budiarti
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help