TribunBali/
Home »

Techno

» News

Gerakan "Celup" Hebohkan Netizen, Ini Tanggapan Menkominfo

Gerakan “Cekrek, Laporkan lalu Upload” atau disingkat “Celup” menghebohkan netizen sejak beberapa hari terakhir.

Gerakan
KOMPAS.com/Yoga Hastyadi Widiartanto
Menkominfo Rudiantara dalam Pembangunan Proyek Jaringan Komunikasi Kabel Laut Australia-Indonesia-Singapura di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (11/12/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Gerakan “Cekrek, Laporkan lalu Upload” atau disingkat “Celup” menghebohkan netizen sejak beberapa hari terakhir.

Kampanye sosial itu merupakan tugas kuliah mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya.

Konsepnya simpel, mengajak masyarakat yang memergoki aksi mesum di ruang publik untuk memotret lantas mengunggahnya ke media sosial.

Tujuannya untuk memberikan efek malu dan jera, sehingga mereduksi aksi-aksi asusila di kalangan masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menilai niat awal dari kampanye sosial tersebut baik.

Kendati begitu, pelaksanaannya memang berpotensi melanggar aturan yang berlaku di Indonesia.

“Pelaksanaannya harus diperbaiki. Mengajak masyarakat untuk membersihkan ruang publik dari perbuatan asusila, tapi jangan diunggah ke ranah maya,” kata dia, Jumat (29/12/2017), di War Room Kominfo lantai 8, Medan Merdeka, Jakarta.

“Itu kan bentuk penegakan hukum. Silakan saja buktinya diserahkan ke penegak hukum kalau memang bertentangan dengan aturan yang berlaku. Atau biasanya yang seperti itu masuk ke penegakan hukum informal seperti hukum adat. Laporkan ke ketua adat setempat ,” ia menambahkan.

Rudiantara mengatakan pengunggahan ke media sosial bisa berujung sanksi hukum karena berpotensi melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya Pasal 27 ayat 1 dan 3.

“Bisa dianggap pencemaran nama baik. Walaupun yang difoto mungkin salah, tapi dia bisa menyalahkan balik pihak yang memotret dan mengunggah asalkan dilaporkan karena bentuknya delik aduan,” Rudiantara menjelaskan.

Halaman
12
Editor: alfonsius alfianus nggubhu
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help