Napas Tersengal-tersengal, Dosen Asal Bogor Tewas Usai Snorkling di Pantai Lipah Karangasem

seorang dosen, Kertiaso (71), meninggal dunia saat melakukan snorkling di Pantai Lipah, Banjar Dinas Leean, Desa Bunutan, Kecamatan Abang

Napas Tersengal-tersengal, Dosen Asal Bogor Tewas Usai Snorkling di Pantai Lipah Karangasem
Istimewa
(Ilustrasi) Sejumlah orang mencoba memberi pertolongan kepada Anton De Jongh di Pantai Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Senin (16/5/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Seorang dosen, Kertiaso (71), meninggal dunia saat melakukan snorkling di Pantai Lipah, Banjar Dinas Leean, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Minggu (31/12/ 2017) sekitar pukul 10.45 Wita.

Korban ditemukan tak bernyawa di sekitar Pantai Lipah.

Menurut Kapolsek Abang, AKP Nyoman Sugita Yasa mengungkapkan, pria asal Bogor berangkat snorkeling pukul 10.00 Wita bersama istrinya, Didiek Ardiana Kartiarso (66).

Sampai dilokasi, korban berangkat snorkling bersama saksi Angela Ruth (45) WNA asal Australia.

"Pada saat sampai di pantai korban bersama saksi Angela Ruth snorkling dengan menggunakan kaca dan masker. Mereka snokling dengan jarak kurang lebih 10 meter dari bibir pantai sedang istri korban berada di pinggir,"jelas Sugita.

Sekitar pukul 10.45 Wita, Angela Ruth melihat korban berulang kali membuka masker snokling.

Saksi menghampirinya, dan menanyakan ke korban apakah ada masalah? Korban yang saat itu berada di pinggir laut tidak menjawab. Nafasnya tersengal - sengal seperti orang sesak.

Melihat kondisi korban, Angela Ruth sempat meengajak ke darat tapi saksi tak kuat lantaran berat.

Angela yang bekerja sebagai guru lalu meminta tolong ke warga. Beberapa menit kemudian datang warga bernama Wayan Sudika untuk menolong. Korban akhirnya dibawa ke pinggir laut.

Sesampai di darat barulah banyak masyarakat menolong. Kemudian saksi bersama warga sekitar berusaha lakukan pertolongan.

Ada yang tekan dada korban, berikan napas buatan dan oksigen. Namun jiwa korban tidak terselamatkan, alias meninggal dunia di pinggir Pantai Lipah.

Ditambahkan, menurut keterangan I Wayan Sudika, saat di bawa ke daratan tubuh korban sudah tidak bergerak dan hanya bernapas lemah.

Sang istri menyatakan jika suaminya meninggal karena musibah. Bukan disebabkan oleh orang lain, karena yang diajak adalah teman akrab.

"Kesimpulannya, korban meninggal akibat gagal pernapaan saat snokling. Berdasarkan pemeriksaan luar VER dari dokter, diperkirakan korban meninggal akibat gagal pernapasan. Keluarga korban menolak dilakukan autopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan,"imbuhnya. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved